IHSG Turun 0,26% ke 6.971,03, Sektor Industri Tertekan

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 0,26% ke 6.971,03, Sektor Industri Tertekan

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup di zona merah pada Selasa, 07 April 2023, turun 0,26% hingga 6 971,03. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mengintai pasar.

Beberapa saham tetap menguat, menjadi penopang pergerakan indeks. BYAN naik 9,23%, MEGA melesat 24,72%, dan BREN menguat 6,65%. Sebaliknya, saham perbankan dan konglomerasi justru menjadi beban: BBRI turun 2,42%, ASII melemah 3,28%, dan BMRI terkoreksi 2,17%.

Dari sisi transaksi, investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,78 triliun di pasar reguler maupun secara keseluruhan. Mayoritas sektor ikut tertekan. Delapan dari sebelas sektor menutup melemah, dengan sektor industri mencatat penurunan paling dalam sebesar 2,63%. Sementara itu, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan tertinggi, naik 0,76%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menunjukkan variasi. Indeks Dow Jones turun 0,18% ke 46 584, S&P 500 naik tipis 0,08% ke 6 616, dan Nasdaq menguat 0,10% ke 22 017. Sentimen pasar dipengaruhi keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu, yang turut menekan harga minyak dunia.

Meski demikian, tekanan dari investor asing masih terlihat pada instrumen offshore Indonesia. Hal ini tercermin dari pelemahan ETF EIDO sebesar 0,91% serta indeks MSCI Indonesia yang turun 0,77%. FTSE Russell memutuskan menunda evaluasi indeks saham Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret. Dengan penundaan ini, status Indonesia sebagai secondary emerging market tetap dipertahankan.

FTSE menyebut akan terus mencermati berbagai upaya perbaikan di pasar modal Indonesia, mulai dari transparansi kepemilikan saham, perluasan basis investor, penyesuaian aturan free float minimum, hingga penguatan sistem pengawasan oleh regulator. Hasil evaluasi terbaru dijadwalkan diumumkan pada Juni 2026, dan saat ini belum ada emiten Indonesia yang masuk dalam daftar Watch List.

Berita Emiten: PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berencana membagikan dividen sebesar Rp450 miliar untuk tahun buku 2025. Dividen ini berasal dari laba bersih sebesar Rp256,44 miliar serta tambahan dari saldo laba ditahan sebesar Rp193,55 miliar. Nilai dividen yang akan diterima pemegang saham mencapai Rp80,04 per lembar, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp79,44 per lembar. Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler jatuh pada 15 April 2023, sementara pembayaran akan dilakukan pada 24 April 2023.

Rekomendasi saham:

  • BREN – Buy 4630‑4650 | TP 4750‑5000 | SL 4330
  • BRPT – Buy 1440‑1455 | TP 1490‑1515 | SL 1365
  • PTRO – Buy 4470‑4490 | TP 4650‑4770 | SL 4250
  • ARCI – Buy 1430‑1440 | TP 1470‑1500 | SL 1350
  • JPFA – Buy 2440‑2460 | TP 2500‑2560 | SL 2300

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Pergerakan indeks dan saham di Indonesia pada tanggal 07 April 2023 menampilkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. Penurunan IHSG, tekanan sektor industri, serta keputusan politik internasional menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen investor. Sementara itu, evaluasi indeks oleh FTSE Russell menandakan perhatian berkelanjutan terhadap kualitas pasar modal Indonesia.

IHSGtekanan jualsektor industriFTSE Russelldividenminyak duniainvestor asing

Komentar

Memuat komentar...