IMIP Targetkan Tanam 10.000 Mangrove di 2026
Gambar atau konten salah?
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menjalankan program penghijauan di sekitar kawasan industrinya. Target mereka jelas: menanam 10.000 bibit mangrove sepanjang tahun 2026. Sebagai langkah awal, sebanyak 3.000 bibit mangrove sudah ditanam di pesisir Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, pada akhir pekan lalu. Tujuan utamanya? Menahan abrasi dan memulihkan ekosistem pesisir yang rusak.
Sejak Januari 2026, IMIP sudah menanam lebih dari 7.000 pohon mangrove. Lokasi penanaman tidak dipilih sembarangan. Tim melakukan pemetaan area yang potensial untuk pertumbuhan mangrove. Adrian Sakti, Staff Environmental CDC PT IMIP sekaligus PIC kegiatan, menjelaskan bahwa lokasi penanaman terus dievaluasi berdasarkan kesesuaian ekologis. "Terkait kesesuaian lahan, memang wilayah pesisir Desa Fatufia itu sangat bagus. Kita juga punya potensi di tempat lain seperti di Desa Labota, Padabaho, dan Bete-bete. Dari ketiga desa ini terlebih dahulu difokuskan pada Desa Fatufia," ujar Adrian dalam keterangannya pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Program penanaman mangrove ini bukan hal baru. IMIP sudah menjalankannya sejak 2018. Sepanjang 2018 hingga pertengahan 2026, perusahaan sudah menanam lebih dari 150.000 mangrove di sejumlah desa sekitar kawasan industri. Program ini berjalan melalui dua jalur: program CSR IMIP dan program Environmental and Sustainability IMIP. Bahkan, jangkauannya meluas ke luar Morowali, seperti ke Palu di Sulawesi Tengah dan Brebes di Jawa Tengah.
Agenda ini, kata Adrian, dirancang untuk mencapai dua target sekaligus. Pertama, restorasi ekosistem laut. Kedua, kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Sebagai bagian dari peta jalan perusahaan untuk tumbuh bersama warga, IMIP berencana memfasilitasi pembangunan sarana pembibitan atau nursery dalam strategi jangka menengah. Selain itu, Adrian memaparkan skema program ke depan akan menyatukan masyarakat dalam kelompok-kelompok khusus untuk memproduksi bibit mangrove secara mandiri. Rencana ini disusun dengan target akhir agar benih tersebut memiliki nilai ekonomis, bisa dikomersialkan, dan terserap secara berkelanjutan oleh pasar.
Jenis mangrove yang ditanam beragam. Ada Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Ceriops tagal. Pemilihan jenis ini didasarkan pada pemetaan ekologis Tim CDC IMIP. Kelima jenis ini dinilai paling adaptif terhadap salinitas atau kadar garam perairan dan substrat lumpur berpasir di pesisir Morowali. Tim di lapangan juga melakukan pemantauan berkala secara disiplin untuk mengevaluasi risiko dan menjaga rasio keberhasilan vegetasi.
"Monitoring setelah penanaman itu per tiga bulan sekali. Tapi bisa satu atau dua bulan, batas kritisnya di tiga bulan. Kita lakukan penyulaman terhadap bibit-bibit yang dirasa tidak tumbuh dengan baik. Sama seperti tahun 2026 ini, kita menyulam dari penanaman November 2025 lalu," papar Adrian. Lebih lanjut, ia menegaskan IMIP terus aktif melakukan rehabilitasi lingkungan, termasuk program konservasi mangrove, terumbu karang, dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Keberhasilan penanaman ini tidak lepas dari kolaborasi dengan multipihak. Selain Departemen Community Development and CSR, agenda pelestarian ini melibatkan Departemen Environmental and Sustainability IMIP, beberapa tenant dalam kawasan, TNI Angkatan Laut, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dan Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Industri Logam Morowali, serta partisipasi aktif warga desa.
Program ini menunjukkan bahwa upaya restorasi lingkungan tidak hanya soal menanam pohon, tetapi juga melibatkan masyarakat dan membangun kemandirian ekonomi. Dengan target 10.000 bibit di tahun 2026 dan catatan lebih dari 150.000 mangrove sejak 2018, IMIP berusaha menyeimbangkan aktivitas industri dengan kelestarian alam. Kolaborasi dengan berbagai pihak, dari akademisi hingga TNI AL, menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Ditutup Hijau, Tapi Melemah Mingguan 8,12%
BEI Terbitkan Label Saham Konsentrasi Tinggi, 80 Emiten Masuk Daftar
bank bjb Sosialisasikan Kredit Rumah Subsidi di Subang
Bank bjb Raih Penghargaan Tata Kelola dari IICD
Harga Saham Bayan Rp 2.588, Jauh dari Pasar Rp 11.100
KUR Capai Rp 260,8 Triliun, Lampaui Target Sektor Produksi
