India Jual Saham BUMN, Raup Dana Rp 116 Triliun

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
India Jual Saham BUMN, Raup Dana Rp 116 Triliun

Gambar atau konten salah?

Pemerintah India mengambil langkah berani di tengah tekanan ekonomi. Defisit fiskal yang sudah berlangsung bertahun-tahun memaksa mereka mencari sumber dana segar. Salah satu caranya adalah dengan menjual kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan milik negara ke tangan publik.

India saat ini memang menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di antara negara-negara ekonomi besar. Tapi ada masalah. Inflasi dan keterbatasan fiskal mulai menghambat laju tersebut. Akibatnya, pengeluaran pemerintah berpotensi melambat. Untuk mengatasi ini, sambil menjaga pertumbuhan tetap berjalan, India memutuskan melepas saham BUMN.

Sejak awal tahun, meski kondisi pasar sedang tidak bergairah, pemerintah India sudah menjual saham di 10 perusahaan. Beberapa di antaranya adalah Cochin Shipyard, Indian Railways Finance Corp, NHPC, dan Coal India.

Yang terbaru, mereka menyelesaikan penjualan 6,5% saham di Life Insurance Corporation of India, perusahaan asuransi jiwa terbesar di negara itu. Hasilnya? Dana sebesar US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 59,06 triliun berhasil dikumpulkan.

Untuk menarik minat pembeli, saham-saham itu dijual dengan diskon 10%. Strategi ini bekerja. Permintaan membeludak hingga melebihi target yang ditetapkan.

Secara keseluruhan, menurut Prime Database, penyedia intelijen pasar India, aksi penjualan saham BUMN ini sudah mengumpulkan lebih dari US$ 6,5 miliar atau setara Rp 116,33 triliun. Jumlah ini termasuk salah satu yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Para pengamat menilai pemerintah India berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan penggalangan dana. Targetnya sebesar 800 miliar rupee atau sekitar US$ 8,4 miliar (Rp 150,33 triliun) dari berbagai penjualan saham BUMN. Saat ini, mereka sudah memenuhi lebih dari 65% dari target divestasi tahunan.

Dana ini sangat penting. India sedang menghadapi tantangan ekonomi makro yang semakin berat. Anubhuti Sahay, kepala riset ekonomi India di Standard Chartered Bank, mengatakan, "Memanfaatkan hasil divestasi adalah strategi yang sangat bagus."

Menurut Sahay, selama bertahun-tahun India tidak pernah mencapai target divestasi saham BUMN. Alasannya sederhana: pemerintah selalu berada dalam situasi fiskal yang 'nyaman'. Tapi sekarang berbeda. Ada risiko penurunan pendapatan dan risiko peningkatan pengeluaran karena beban subsidi yang lebih tinggi. "Saat ini penjualan saham tersebut seperti memanfaatkan 'aset berharga keluarga' pada saat dibutuhkan," jelasnya.

India memanfaatkan momen ini untuk mengumpulkan dana besar dari pasar. Dengan defisit yang melebar dan tekanan inflasi, penjualan saham BUMN menjadi salah satu andalan untuk menjaga stabilitas fiskal. Target tahunan yang sudah terpenuhi lebih dari setengahnya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan strategi ini.

penjualan saham BUMNdefisit fiskalIndiadivestasipenggalangan danatarget tahunanstabilitas fiskal

Komentar

Memuat komentar...