Dolar AS Menguat Lagi, Tembus Rp 17.941
Gambar atau konten salah?
Pada awal perdagangan Jumat pagi, nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.04 WIB, kurs dolar AS berada di level Rp 17.941. Angka ini naik 18 poin atau sekitar 0,10 persen dari penutupan sebelumnya.
Meski begitu, pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya tidak seragam. Mata uang Negeri Paman Sam justru terlihat melemah di beberapa pasar Asia.
Beberapa pergerakan dolar AS terhadap mata uang lainnya pada pagi ini antara lain:
- Melemah 0,05 persen terhadap yen Jepang.
- Melemah 0,03 persen terhadap baht Thailand.
- Melemah 0,08 persen terhadap dolar Singapura.
- Melemah 0,03 persen terhadap yuan China.
Sementara itu, dolar AS tercatat menguat tipis 0,02 persen terhadap euro. Penguatan juga terjadi terhadap ringgit Malaysia, yakni sebesar 0,05 persen. Dolar Australia juga mengalami pelemahan 0,04 persen terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun dolar AS masih kuat di hadapan rupiah, tekanan terhadap mata uang tersebut di pasar global mulai terlihat. Posisi Rp 17.941 per dolar AS menjadi level yang cukup tinggi dan terus dipantau oleh pelaku pasar. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar valuta asing yang masih fluktuatif, di mana mata uang regional Asia seperti baht, yuan, dan dolar Singapura justru berhasil menekan dolar AS pada sesi awal perdagangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cadangan Devisa RI Turun Tipis Jadi US$145,3 Miliar
MSCI Umumkan Rebalancing Indeks 12 Agustus 2026
Destry Damayanti Masuk Bursa Calon Gubernur BI
16 Pinjol Masih Kredit Macet di Atas 5% per Juni 2026
Pendanaan Pinjol Asing Naik 34,18% Jadi Rp17,28 Triliun
Prabowo Panggil Calon Gubernur BI, Nama Destry Dibahas
