Indonesia Masuk 7 Besar Ekonomi Dunia Versi IMF
Gambar atau konten salah?
Indonesia masuk dalam jajaran sepuluh negara dengan ekonomi paling besar di dunia. Pencapaian ini sempat diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF) edisi Oktober 2026, Indonesia berada di peringkat ketujuh. Posisi ini mengungguli Brasil dan Inggris. Perhitungannya menggunakan metode paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP).
Pada 2026, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan PPP diperkirakan mencapai 5,48 triliun dolar internasional. Angka ini menempatkan Indonesia di bawah Jerman yang berada di peringkat keenam. Sementara itu, China masih menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia. PDB PPP China diperkirakan mencapai 44,55 triliun dolar internasional pada tahun yang sama. China berhasil mengalahkan Amerika Serikat (AS) yang berada di posisi kedua dengan nilai 32,64 triliun dolar internasional.
Peringkat ketiga ditempati oleh India. PDB PPP India diperkirakan mencapai 19,99 triliun dolar internasional. Rusia berada di posisi keempat. Jepang di posisi kelima. Jerman di posisi keenam. Setelah Indonesia di posisi ketujuh, Brasil menempati peringkat kedelapan dengan PDB PPP sekitar 5,27 triliun dolar internasional. Inggris berada di peringkat kesembilan dengan nilai 4,78 triliun dolar internasional. Prancis melengkapi sepuluh besar di posisi kesepuluh.
Metode PPP berbeda dengan perhitungan ekonomi biasa. PPP memperhitungkan perbedaan harga barang dan jasa di setiap negara. Tujuannya untuk mencerminkan ukuran daya beli riil. Namun, metode ini tidak otomatis menggambarkan tingkat kesejahteraan individu secara merata. Artinya, posisi Indonesia di peringkat ketujuh tidak berarti setiap warga negara merasakan dampak yang sama.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pencapaian ini dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jiexpo, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Menurut Prabowo, masuknya Indonesia dalam sepuluh besar ekonomi dunia menandakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.
"Kita ini bangsa yang kaya, bangsa yang besar. Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia dari PPP berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara, Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia," ujar Prabowo dalam acara tersebut.
"Urutan ketujuh, we are the seven biggest economy in the world, we are strong," sambungnya.
Prabowo juga menekankan tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini. Kekayaan dan pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Ia mengkritik filosofi ekonomi yang selama ini diterapkan.
"Ini tantangan kita. Selama ini, maaf, kita harus berani koreksi diri. Selama ini filosofi ekonomi kita tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 45. Saya katakan, kita harus berani, sekarang saatnya kita berani," papar Prabowo.
Peringkat ketujuh ini menunjukkan skala ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Namun, pernyataan Prabowo mengindikasikan bahwa distribusi manfaat dari pertumbuhan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah. Metode PPP sendiri memang lebih akurat dalam mengukur ukuran ekonomi riil dibandingkan nilai tukar nominal, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya indikator kesejahteraan rakyat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
