Indonesia Peringkat 7 Ekonomi Dunia Versi IMF

Guntur P. · 2 min baca · 53 menit lalu · 16 dibaca
Bisik.id
Indonesia Peringkat 7 Ekonomi Dunia Versi IMF

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto berbicara dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Jiexpo, Jakarta, pada Kamis 22 Oktober 2026. Di hadapan para peserta, ia menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya dan besar. Bukan sekadar klaim kosong, pernyataan itu ia dasarkan pada data terbaru dari Dana Moneter Internasional atau IMF.

Menurut Prabowo, laporan IMF menempatkan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketujuh di dunia. Angka itu dihitung berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP). PPP mengukur kemampuan beli nyata dari suatu perekonomian, bukan sekadar nilai nominal produk domestik bruto.

"Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia dari PPP. Berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara. Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia," ujar Prabowo.

Ia menambahkan, "Urutan ketujuh, we are the seven biggest economy in the world, we are strong." Kalimat itu ia sampaikan dalam bahasa Inggris di tengah pidatonya.

Namun Prabowo tidak hanya membeberkan prestasi. Ia juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa kekayaan dan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

"Ini tantangan kita. Selama ini, maaf, kita harus berani koreksi diri. Selama ini filosofi ekonomi kita tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 45. Saya katakan, kita harus berani, sekarang saatnya kita berani," papar Prabowo.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan untuk jujur pada diri sendiri. "Katakanlah apa adanya. Katakanlah kalau merah itu merah, kalau putih itu putih. Kita harus berani koreksi diri," katanya.

Pernyataan Prabowo ini menegaskan posisi Indonesia di panggung ekonomi global. Tapi ia juga mengingatkan bahwa peringkat tinggi tidak otomatis berarti kesejahteraan merata. Koreksi terhadap kebijakan ekonomi, menurut dia, adalah langkah yang tak bisa ditunda lagi.

Prabowo SubiantoIMFekonomi terbesar ketujuhPPPkoreksi dirikesejahteraan

Komentar

Memuat komentar...