Indonesia Target Tambah 100 GW PLTS dan Biofuel 2026
Gambar atau konten salah?
Indonesia sedang berusaha mempercepat transisi energi ke arah yang lebih bersih. Salah satu fokus utama pemerintah adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisi besar untuk menambah kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt dalam tiga tahun ke depan. Ia mengungkapkan hal tersebut pada Indonesia‑Japan Business Forum di Tokyo, Jepang, pada Senin (30 Maret 2026).
Menurutnya, langkah ini sangat mendesak. Situasi geopolitik di Timur Tengah menambah ketidakpastian pasokan energi, sehingga Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan impor bahan bakar fosil dari luar negeri. Keamanan energi nasional, bagi Prabowo, harus dipenuhi melalui sumber daya terbarukan yang ada di dalam negeri.
Ia menegaskan, “Bagi kami, ini lebih mendesak karena situasi geopolitik di Timur Tengah yang menimbulkan ketidakpastian strategis, demi keamanan energi kita.”
Selain tenaga surya, pemerintah juga akan mengeksplorasi potensi energi hijau lainnya, mulai dari panas bumi hingga bahan bakar nabati alias biofuel. Pemerintah berencana mempercepat produksi biofuel dengan campuran 50% olahan minyak kelapa sawit, atau B50. Saat ini, Indonesia hanya memiliki produk solar campuran sawit 40% (B40).
Ia menambahkan, “Tahun ini kami akan memproduksi minyak diesel dari minyak sawit, dan sekarang meningkat dari 40% menjadi 50% dari minyak sawit yang kami gunakan. Dan juga bensin, kami juga akan memproduksinya dari etanol dari singkong, tebu, dan jagung.”
Untuk produk bensin, pemerintah akan mengembangkan bensin campuran etanol. Etanol tersebut akan diproduksi dari olahan singkong hingga jagung, menambah variasi sumber bahan bakar nabati.
Di mata Prabowo, pengembangan energi terbarukan ini sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah potensi krisis yang bisa terjadi kapan saja. Ia menegaskan, “Dengan upaya ini, kami akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada.”
Inisiatif ini mencerminkan langkah konkret Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan memperkuat keamanan energi melalui diversifikasi sumber energi terbarukan. Dengan target 100 GW PLTS dan peningkatan biofuel, negara ini berusaha menempatkan diri pada posisi yang lebih stabil di tengah dinamika geopolitik global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Muharram 2025: Sepuluh Amalan Penting Memulai Tahun Baru Islam
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
PP PBVSI Pilih Toiran Gonzales Reidel, Timnas Siap AVC 2026
KKP Rencanakan Insentif Daerah untuk Hindari Sampah ke Laut
270 Personel Dishub & Polrestabes Lindungi CFD Palembang
Rupiah Jatuh ke Rp 18.000, Mata Uang Terlemah Asia 12 Juni