Infantino Target Dua Pertandingan Setiap Hari, Jet Pribadi
Gambar atau konten salah?
Infantino berencana menonton dua pertandingan Piala Dunia 2026 setiap harinya, menggunakan jet pribadi yang disediakan Qatar Airways melalui kerja sama sponsor FIFA. Jet tersebut memudahkan perpindahan antar kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selasa (16 Juni 2026), setelah menghadiri laga pembuka di Mexico City pada Kamis (11 Juni), Infantino langsung terbang ke Guadalajara. Di sana ia menyaksikan kemenangan Korea Selatan atas Republik Ceko. Keesokan harinya, ia berada di Los Angeles saat Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1.
Perjalanan berlanjut pada Sabtu, ketika ia menonton pertandingan Qatar melawan Swiss di San Francisco. Setelah itu, ia terbang ke Vancouver untuk menyaksikan Australia kontra Turki. Pada Minggu, ia tidak menonton pertandingan karena menghadiri KTT FIFA di Miami, diikuti perwakilan dari 211 asosiasi anggota FIFA. Setelah rapat selesai, Infantino kembali ke Los Angeles pada malam hari untuk menonton laga Iran melawan Selandia Baru.
FIFA mengonfirmasi bahwa pria berusia 56 tahun itu akan berupaya menghadiri dua pertandingan setiap hari jika jadwal dan kondisi perjalanan memungkinkan. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ia berhasil menonton semua 64 pertandingan karena jarak antar stadion relatif dekat, dengan rute terjauh hanya sekitar 74 kilometer.
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara dan mencakup empat zona waktu. Terdapat 16 stadion yang tersebar hingga berjarak sekitar 4.500 kilometer satu sama lain. Kondisi ini membuat Infantino diperkirakan menjadi orang yang paling banyak melakukan perjalanan selama turnamen berlangsung.
Tak hanya pejabat FIFA, tim peserta juga menghadapi tantangan serupa. Bosnia dan Herzegovina, misalnya, memiliki jadwal perjalanan terberat pada fase grup dengan menempuh sekitar 5.060 kilometer dari Toronto ke Los Angeles lalu ke Seattle, ditambah perjalanan pulang-pergi ke pusat latihan mereka di Salt Lake City.
Jarak perjalanan yang sangat besar turut memicu kekhawatiran soal dampak lingkungan. New Weather Institute bahkan menyebut Piala Dunia 2026 sebagai the most polluting event ever. Lembaga tersebut memperkirakan turnamen ini akan menghasilkan sekitar 9 juta ton emisi setara karbon dioksida, dengan sekitar 7,7 juta ton di antaranya berasal dari perjalanan udara. Angka itu lebih dari empat kali lipat rata-rata emisi transportasi udara pada Piala Dunia periode 2010-2022.
Logistik dan dampak lingkungan yang muncul menyoroti betapa kompleksnya menggelar sebuah acara global di beberapa benua sekaligus. Di balik sorotan pertandingan, persiapan dan perjalanan menjadi bagian tak terpisahkan dari Piala Dunia 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Jadi Beban Besar Suporter
Persiapan Kirab Pusaka 1 Suro 2026: Kebo Bule Tidak Siap
Tanjung Verde Kalahkan Spanyol, Kepulauan Menjadi Sorotan
Bandara Husein Sastranegara Kembali Terbuka, Wisata Malaysia
Vozinha, Kiper Cape Verde, Raih MVP, Clean Sheet vs Spanyol
Cape Verde Tahan Spanyol 0‑0, Piala Dunia 2026 Penuh Semangat
Berita Terbaru
Justin Gaethje Kalahkan Ilia Topuria di UFC Freedom 250
Tunisia Pecat Pelatih Lamouchi, Herve Renard Jadi Pengganti
Pemerintah Targetkan Listrik ke Semua Desa 2029-2030
Polri OKU Timur Sebarkan 30 Paket Sosial Hari Bhayangkara 80
Kota X Kembangkan Kendaraan Listrik Baru, Lapangan Kerja
Pemkab Klungkung Tambah Trip Kapal ke Nusa Penida Bersubsidi
Wali Kota Palu Peringatkan Warga Tetap Tenang Takut Kembali
