Tunisia Pecat Pelatih Lamouchi, Herve Renard Jadi Pengganti
Gambar atau konten salah?
Tunisia memecat pelatihnya, Sabri Lamouchi, setelah timnya dikalahkan Swedia di laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 pada 15 Juni 2026. Keputusan itu diambil hanya satu minggu setelah Lamouchi mulai memimpin tim.
Gantiannya adalah Herve Renard, mantan pelatih Timnas Arab Saudi yang dipecat dua bulan sebelum Piala Dunia 2026. Renard tidak asing dengan sepak bola Afrika; ia pernah melatih Zambia, Angola, Pantai Gading, dan Maroko.
Penggantian pelatih di tengah-tengah ajang Piala Dunia bukan hal baru. Pada Piala Dunia 1998, Arab Saudi memecat Carlos Alberto Parreira setelah dua laga, Korea Selatan memecat Cha Bum‑kun pada laga yang sama, dan Tunisia memecat Henryk Kasperczak setelah dua laga.
Lamouchi, yang mulai bertugas pada Januari 2026, menempuh lima laga dengan satu kemenangan, satu hasil seri, dan tiga kekalahan. Ia menggantikan Sami Trabelsi, yang membawa Tunisia meraih kemenangan terus menerus di fase kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika, namun gagal menonjol di Piala Afrika.
Keputusan ini menandai kali kedua Tunisia memecat pelatih di tengah-tengah Piala Dunia, kali pertama pada 1998. Langkah tersebut menunjukkan ketegangan antara ekspektasi prestasi dan hasil nyata di kompetisi internasional.
Penggantian pelatih di tengah turnamen sering kali menjadi strategi untuk mencari momentum baru. Tunisia, seperti beberapa negara lain, mencoba memperbaiki performa dengan membawa pelatih berpengalaman di tingkat internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
