Internasional Kertajati Loncat 712%, Domestic Turun 75%

Hendra M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Internasional Kertajati Loncat 712%, Domestic Turun 75%

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik Jawa Barat (BPS) mengungkapkan data penerbangan bulan 1 April 2026 yang menunjukkan pergeseran tajam antara penerbangan domestik dan internasional. Penumpang domestik menurun drastis, sementara penerbangan internasional mencatat lonjakan yang luar biasa.

Jumlah penumpang angkutan udara komersial internasional mencapai 6.511 orang pada bulan tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan 711,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya, 1 Maret 2026. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, 1 April 2025, pertumbuhan tahunan mencapai 555,03 persen.

Lonjakan ini dipicu oleh dimulainya pemberangkatan jemaah haji melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Pada saat itu, penerbangan internasional masih melayani satu tujuan, yaitu keberangkatan ke Singapura. Namun, penambahan rute haji menambah volume penumpang secara signifikan.

Di sisi lain, penumpang domestik menurun tajam. Hanya 335 orang yang berangkat melalui angkutan udara komersial di Jawa Barat pada bulan 1 April 2026, turun 75,35 persen dibandingkan 1 Maret 2026 yang mencatat 1.359 orang.

Empat bandara utama di provinsi tersebut melayani penerbangan domestik: Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Nusawiru di Pangandaran, Bandara Cakrabhuwana Penggung di Cirebon, dan Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya.

Berikut rincian keberangkatan per bandara pada bulan 1 April 2026:

  • Bandara Nusawiru: 253 penumpang, turun 19,94 persen dari 316 pada bulan sebelumnya.
  • Bandara Husein Sastranegara: 58 penumpang, penurunan 94,26 persen dibandingkan 1 Maret 2026.
  • Bandara Wiriadinata: 17 penumpang.
  • Bandara Kertajati: 7 penumpang.
  • Bandara Cakrabhuwana Penggung: tidak ada penumpang.

Penurunan penumpang domestik secara keseluruhan dipengaruhi oleh penutupan sementara rute dari Bandara Husein Sastranegara ke Yogyakarta dan Semarang. Rute ini biasanya menjadi jalur utama bagi penumpang yang menuju ke wilayah tersebut.

Perbandingan tahun ke tahun menunjukkan penurunan 93,84 persen dalam jumlah penumpang domestik, turun dari 5.430 orang pada 1 April 2025 menjadi 335 orang pada 1 April 2026.

Data ini menyoroti dinamika penerbangan di Jawa Barat, di mana aktivitas haji di Kertajati membawa lonjakan penumpang internasional, sementara penutupan rute domestik mengakibatkan penurunan tajam di sektor domestik. Perubahan ini mencerminkan pergeseran prioritas dan kebutuhan perjalanan di wilayah tersebut pada periode tersebut.

Penerbangan InternasionalPenerbangan DomestikBandara Internasional KertajatiHajiLonjakan PenumpangPenurunan Penerbangan DomestikRute HajiJawa Barat

Komentar

Memuat komentar...