Iran Terpaksa Pulang ke Meksiko, Coach Ghalenoei Marah

Surya B. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Iran Terpaksa Pulang ke Meksiko, Coach Ghalenoei Marah

Gambar atau konten salah?

Amir Ghalenoei, pelatih timnas Iran, mengekspresikan kemarahannya atas perlakuan yang ia rasakan selama persiapan Piala Dunia 2026. Ia menilai bahwa timnya menjadi salah satu yang paling tertindas dalam turnamen ini.

Sejak sebelum kompetisi dimulai, Iran menghadapi masalah visa dan markas. Negara tersebut dilarang masuk ke Amerika Serikat sehingga harus memindahkan markas ke Tijuana, Meksiko. Padahal semua pertandingan Iran akan berlangsung di Negeri Paman Sam.

Setelah akhirnya mendapat izin, Iran hanya diizinkan masuk ke AS pada hari H pertandingan. Mereka diminta langsung kembali ke Meksiko setelah laga kontra Selandia Baru kemarin. Situasi ini diperparah dengan larangan masuk bagi sejumlah ofisial timnas dan penggemar. Masalah visa masih berlangsung menjelang laga kedua kontra Belgia pada 22 Juni 2026, dini hari WIB.

Ghalenoei mengungkapkan ketidaksenangan mereka. “Kami tidak tahu mengapa mereka memaksa pulang kami. Saya rasa ini sangat aneh. Sepertinya orang lain yang merencanakan semuanya untuk kami, keputusan dibuat di tempat lain,” kata Ghalenoei seperti dikutip Sky Sports. Ia menambahkan, “Kami seharusnya tiba dua malam sebelum laga, tetapi tidak diizinkan. Kami seharusnya menginap malam ini dan kembali besok siang, tetapi saya tidak tahu alasannya,” sambungnya.

Ia juga menyoroti kekurangan staf teknis. “Dulu kami memiliki sebagian tim pelatih untuk membantu pergantian pemain, tetapi [sekarang] kami tidak memilikinya. Banyak orang di bidang teknis harus menangani hal itu,” ujarnya.

Situasi ini menambah ketegangan bagi Iran yang merasa perlakuan tersebut tidak adil, mengingat tidak pernah ada kasus serupa dalam sejarah Piala Dunia.

Peristiwa ini menyoroti tantangan logistik dan kebijakan visa yang dapat memengaruhi persiapan tim di turnamen internasional.

Amir GhalenoeiPiala Dunia 2026visa Iranmarkas Tijuanalarangan masuk ASketidakadilan timnaslogistik internasional

Komentar

Memuat komentar...