Ivan Fahrurozi: Kembali Normal Setelah Transplantasi

Sigit W. · 2 min baca · 13 jam lalu · 6 dibaca
Bisik.id
Ivan Fahrurozi: Kembali Normal Setelah Transplantasi

Gambar atau konten salah?

Di kota Palu, Sulawesi Tengah, seorang pria berusia 28 tahun bernama Ivan Fahrurozi mulai berbagi kisahnya di media sosial. Pada awal 2025, ia didiagnosis dengan gagal ginjal kronis stadium 5. Penyebab utama terungkap sebagai hipertensi yang tidak terkontrol. Meskipun sudah mendapatkan obat, Ivan enggan mengonsumsinya secara rutin karena takut merusak ginjalnya.

Ia mengatakan, “Karena kita beranggapan kalau minum obat terus mengalami gagal ginjal. Itu salah. Justri obat hipertensi itu yang melindungi ginjal,” dalam salah satu unggahan di akun IG @fadillahfahrozii. Baginya, ketidaktahuan tentang hubungan antara hipertensi dan kerusakan ginjal membuatnya menolak perawatan awal.

Setelah diagnosis, Ivan juga menolak untuk menjalani cuci darah. Pada saat itu, ia sering menerima informasi hoax tentang prosedur tersebut, sehingga enggan melakukannya. Ia mencoba berbagai pengobatan alternatif, mengaku sudah menghabiskan puluhan juta rupiah. Namun, kondisi tubuhnya tidak kunjung membaik.

Akhirnya tubuh saya menyerah, bengkak, sesak, tubuh menghitam, tidak bisa bergerak, muntah. Akhirnya saya di akhir 2025 saya cuci darah, dan betul kata dokter, cuci darah tak seburuk apa yang kita pikirkan,” ungkapnya. Setelah memulai cuci darah, ia merasakan perubahan positif: tubuh menjadi lebih ringan, napas lebih lega, dan tidak lagi muntah. Ia menjalani perawatan tersebut selama tiga hingga empat bulan.

Di Mei 2026, Ivan memutuskan untuk menjalani transplantasi ginjal. Prosedur ini dilakukan setelah ia menerima organ ginjal dari ayahnya. Setelah transplantasi, ia melaporkan bahwa kehidupannya kembali normal: tidak perlu lagi cuci darah, makan bebas, dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Setelah transplantasi ginjal kehidupan kembali normal tidak cuci darah, makan sudah bebas, dan bisa beraktivitas seperti biasanya,” kata Ivan ketika berbincang pada 10 Juni 2026. Ia berharap kisahnya dapat mengedukasi orang lain tentang bahaya gagal ginjal kronis dan pentingnya pengelolaan hipertensi.

Ivan juga ingin membantu orang lain yang berminat transplantasi. Ia mengatakan, “Jadi teman-teman yang ingin transplantasi, ingin caranya seperti apa, akhirnya saya membuat akun medsos dan membantu yang ingin transplantasi.”

Dengan berbagi pengalaman pribadi, Ivan berharap lebih banyak orang menyadari risiko gagal ginjal kronis dan pentingnya pengobatan yang tepat. Keterbukaan tentang perjalanan medisnya menjadi contoh bagi masyarakat tentang pentingnya penanganan kesehatan yang proaktif.

Ivan Fahrurozigagal ginjal kronishipertensicuci darahtransplantasi ginjalhoax medisdonor organ ayah

Komentar

Memuat komentar...