Mengenang Otak: Mengapa Melupakan Lebih Penting Bawah Sadar

Vera T. · 2 min baca · 11 jam lalu · 8 dibaca
Bisik.id
Mengenang Otak: Mengapa Melupakan Lebih Penting Bawah Sadar

Gambar atau konten salah?

Setiap kali kita lupa tempat menaruh kunci atau ponsel, otak kita sedang melakukan proses yang sebenarnya penting. Melupakan bukanlah kegagalan, melainkan cara otak membersihkan informasi yang tidak perlu dan memfokuskan energi pada hal-hal yang lebih penting.

Menurut penjelasan para ahli, otak tidak dirancang untuk menyimpan semua detail sepanjang hidup. Jika manusia harus mengingat setiap hal secara sempurna, maka kemampuan untuk belajar hal baru atau membuat keputusan akan terhambat. Proses melupakan membantu otak tetap fleksibel dan adaptif.

Elon Musk pernah berkata bahwa kunci untuk mengingat sesuatu adalah memberi makna pada informasi tersebut. “Untuk mengingat sesuatu, Anda harus memberikan makna padanya. Katakan saja, mengapa itu relevan? Jika Anda bisa mengatakan mengapa itu relevan, Anda mungkin akan mengingatnya,” kata Elon Musk dalam sebuah podcast, dikutip dari laman Times of India.

Ia menambahkan bahwa ketika suatu data dihubungkan dengan sesuatu yang bermakna, otak akan menandai informasi itu sebagai penting dan lebih cenderung tidak akan dilupakan. “Otak Anda pada dasarnya terus-menerus berusaha melupakan segala sesuatu sebisa mungkin, karena sulit untuk menyimpan ingatan. Sebagian besar hal yang kita lihat di sini tidak layak untuk diingat. Jadi agar otak Anda dapat mengingat sesuatu, Anda harus menetapkan relevansinya. Anda harus menjelaskan alasannya,” kata Musk.

Para peneliti setuju bahwa otak menyimpan ingatan lebih baik bila dikaitkan dengan emosi atau gambaran yang kuat. Bagian otak yang memproses emosi dan visual membantu menciptakan memori yang tahan lama. Ketika kita memberi makna pada suatu informasi, kita mengaktifkan jaringan saraf yang membuat ingatan tersebut menonjol di antara jutaan data lain yang diproses setiap hari. Kenangan yang bermakna dan lucu lebih mudah diingat karena membentuk koneksi saraf yang lebih kuat.

Selain teknik memberi makna, menjaga kesehatan otak juga penting. Dr. Dimas Rahman Setiawan, SpBS, seorang spesialis bedah saraf, menekankan beberapa langkah yang dapat dilakukan sejak usia muda untuk mencegah penyusutan otak.

  • Sibukkan Diri dengan Aktivitas – Dr. Dimas menyarankan agar selalu menyibukkan diri dengan aktivitas. “Kalau bisa memang bekerja, selalu beraktivitas, selalu disibukan dengan aktivitas, sehingga membuat orang pada usia degeneratif, usia tua itu terus berpikir dan berkonsentrasi dengan otaknya,” ucap dr Dimas beberapa waktu lalu ketika berbincang.
  • Biasakan Bekerja dan Berpikir Sepanjang Usia – Terus bekerja dan berpikir sangat penting untuk menjaga kondisi otak. “Nah, tidak beraktivitas inilah yang akhirnya menyebabkan manusia tidak biasa berpikir, sehingga lama-kelamaan ototnya mulai menciut,” katanya.
  • Pastikan Memiliki Asupan Nutrisi yang Cukup untuk Otak – Nutrisi menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan otak. “Jadi yang kita perhatikan saat ini di Indonesia kadang-kadang nutrisi tidak seimbang, yang penting kenyang. Jadi makan nasinya banyak banget, karbohidratnya banyak, proteinnya mungkin belum cukup,” ujar dr Dimas. (elk/dpy)

Dengan rutin menghubungkan informasi baru dengan makna pribadi, serta menjaga otak tetap aktif dan terjaga nutrisi, kita dapat memaksimalkan kemampuan memori dan melindungi otak dari penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Praktik sederhana ini dapat membantu kita tetap cerdas dan responsif dalam kehidupan sehari‑hari.

melupakanmaknaotakmemoriemosiaktivitasnutrisiElon Musk

Komentar

Memuat komentar...