Jalin Catat Pertumbuhan Digital 38% Sepanjang 2025
Gambar atau konten salah?
PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), perusahaan yang mengelola jaringan ATM Link, mencatatkan pertumbuhan kinerja dua digit sepanjang tahun 2025. Angka ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025.
Layanan digital Jalin tumbuh 38% pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan industri yang terus meningkat terhadap layanan penghubung antara perbankan, perusahaan teknologi finansial, dan berbagai pemain dalam ekosistem pembayaran.
Sejak berdiri pada 2016, Jalin telah menghubungkan lebih dari 105 institusi perbankan dan perusahaan teknologi finansial. Struktur kepemilikan Jalin berada dalam ekosistem Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Holding BUMN Danareksa, bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Dengan dukungan ini, Jalin terus meningkatkan kapasitas infrastruktur untuk melayani transaksi digital.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 08 Juli 2026, mengatakan, "Dalam waktu kurang dari satu dekade, Jalin tumbuh bersama ekosistem pembayaran nasional. Ke depan, fokus Perseroan adalah memastikan infrastruktur pembayaran nasional semakin terhubung, efisien, dan siap menjawab kebutuhan transaksi yang terus meningkat sekaligus mendukung agenda digitalisasi sistem keuangan nasional."
Dari sisi operasional, Jalin berhasil menjaga ketersediaan sistem di atas 99,9%. Angka ini bertahan bahkan selama periode libur hari keagamaan dan tahun baru, seperti Ramadan, Idulfitri, dan Natal. Modernisasi jaringan ATM Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui ATM Link turut mendukung pencapaian ini.
Dalam hal tata kelola, Jalin memperoleh skor Good Corporate Governance (GCG) dengan predikat Good. Perusahaan juga mempertahankan sejumlah sertifikasi internasional, yaitu ISO 27001, ISO 27701, ISO 9001, ISO 37001, PCI DSS, dan PCI PIN. Sertifikasi ini memperkuat keamanan informasi dan kualitas layanan.
Pemerintah menunjuk Jalin sebagai penyelenggara Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN). Penunjukan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2025. Tugas baru ini menegaskan peran Jalin sebagai infrastruktur strategis nasional yang mendukung sistem pembayaran sekaligus implementasi kebijakan pemerintah.
Pertumbuhan Jalin di 2025 menunjukkan bahwa layanan penghubung antara bank dan perusahaan teknologi finansial semakin dibutuhkan. Dengan ketersediaan sistem yang hampir sempurna dan penugasan baru dari pemerintah, Jalin memperkuat posisinya sebagai bagian penting dari infrastruktur pembayaran nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lady Penelope Bekas Virgin Atlantic Dijual Rp5,3 Miliar di eBay
BRI-Bluebird Diskon 20% Sampai Akhir 2026
BEI Pantau Potensi Status Pasar RI Turun Jadi Frontier Market
S&P Ancam Turunkan Status Pasar Modal Indonesia
Dua Emiten Baru Debut, Saham BACH Melonjak 24%
Dolar Mendekati Rp 18.000, BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Tertekan
Berita Terbaru
Jalin Catat Pertumbuhan Digital 38% Sepanjang 2025
Lady Penelope Bekas Virgin Atlantic Dijual Rp5,3 Miliar di eBay
13% Remaja Jakarta Alami Penurunan Fungsi Paru
Kenaikan Harga Honda Stylo dan Yamaha Grand Filano Juli 2026
Harga Emas Kembali Turun, Kini Rp 2,641 Juta per Gram
Uniranks 2026 Rilis 20 PTS Terbaik, Binus Juara