Uniranks 2026 Rilis 20 PTS Terbaik, Binus Juara
Gambar atau konten salah?
Bulan Juli 2026 menjadi momen penting bagi berbagai perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia yang tengah membuka pendaftaran mahasiswa baru. Bagi calon mahasiswa yang masih bingung memilih kampus, lembaga pemeringkatan Uniranks 2026 baru saja merilis daftar universitas swasta terbaik di Indonesia. Pemeringkatan ini bisa menjadi salah satu acuan, terutama jika dikaitkan dengan program studi yang diminati.
Uniranks 2026 Rankings menyaring total 970 universitas yang ada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 perguruan tinggi berhasil masuk dalam jajaran teratas. Di antaranya, sejumlah universitas swasta mendominasi daftar tersebut. Berikut adalah 20 PTS terbaik versi Uniranks 2026 beserta peringkat dan skor masing-masing.
Peringkat pertama ditempati oleh Universitas Bina Nusantara (Binus University). Kampus ini berada di peringkat 12 tingkat nasional, peringkat 395 di Asia, dan peringkat 1.226 di dunia dengan skor 74,17. Posisi kedua diraih Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menempati peringkat 19 nasional, 620 Asia, dan 1.751 dunia dengan skor 68,86.
Selanjutnya, Universitas Islam Indonesia (UII) berada di peringkat 23 nasional, 749 Asia, dan 2.045 dunia dengan skor 66,6. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyusul di peringkat 24 nasional, 783 Asia, dan 2.113 dunia dengan skor 66,04. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat 32 nasional, 1.082 Asia, dan 2.708 dunia dengan skor 61,48.
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berada di peringkat 33 nasional, 1.085 Asia, dan 2.711 dunia dengan skor 61,46. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati peringkat 37 nasional, 1.116 Asia, dan 2.776 dunia dengan skor 61,02. Universitas Mercu Buana berada di peringkat 38 nasional, 1.132 Asia, dan 2.800 dunia dengan skor 60,87.
Universitas Gunadarma menempati peringkat 41 nasional, 1.181 Asia, dan 2.888 dunia dengan skor 60,34. Universitas Kristen (UK) Petra berada di peringkat 42 nasional, 1.196 Asia, dan 2.916 dunia dengan skor 60,15. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menempati peringkat 43 nasional, 1.216 Asia, dan 2.955 dunia dengan skor 59,98.
Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya berada di peringkat 47 nasional, 1.253 Asia, dan 3.023 dunia dengan skor 59,54. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menempati peringkat 49 nasional, 1.318 Asia, dan 3.131 dunia dengan skor 58,77. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berada di peringkat 50 nasional, 1.328 Asia, dan 3.156 dunia dengan skor 58,65.
Universitas Surabaya (Ubaya) menempati peringkat 51 nasional, 1.333 Asia, dan 3.167 dunia dengan skor 58,59. Universitas Sanata Dharma (USD) berada di peringkat 55 nasional, 1.454 Asia, dan 3.387 dunia dengan skor 56,9. Universitas Narotama (Unnar) menempati peringkat 56 nasional, 1.507 Asia, dan 3.507 dunia dengan skor 56,04.
Universitas Trisakti berada di peringkat 57 nasional, 1.539 Asia, dan 3.564 dunia dengan skor 55,58. Universitas Widyatama menempati peringkat 60 nasional, tanpa peringkat Asia, dan peringkat 3.681 dunia dengan skor 54,62. Universitas Kristen Maranatha berada di peringkat 62 nasional, juga tanpa peringkat Asia, dan peringkat 3.720 dunia dengan skor 54,33.
Uniranks menjelaskan bahwa metodologi pemeringkatan mereka berbeda dari kebanyakan lembaga lain. Fokus utama pemeringkatan ini adalah pada mahasiswa, bukan semata-mata pada hasil riset atau reputasi institusi. Beberapa pilar yang digunakan dalam penilaian meliputi:
- Kesejahteraan mahasiswa (student wellbeing) dan fasilitas yang tersedia
- Penghargaan dan pengakuan yang diterima universitas
- Kemampuan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan (employability) dan kesuksesan karier mereka
- Peringkat lokal dan internasional
- Internasionalisasi dan keberagaman di kampus
- Kinerja akademik dan riset
- Kualitas pendidikan secara keseluruhan
- Web impact dan digital presence
- Digitalisasi dan smart campus
- Audit manual yang dilakukan secara langsung
Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang kualitas sebuah universitas. Tidak hanya soal seberapa banyak jurnal yang diterbitkan, tetapi juga bagaimana kampus memperlakukan mahasiswanya dan mempersiapkan mereka untuk dunia kerja. Bagi calon mahasiswa, data ini bisa menjadi pertimbangan tambahan selain biaya kuliah dan lokasi kampus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sabrina Chairunnisa Mundur dari Program S3 UI
Maudy Ayunda Ajukan Paten Inovasi dari Tanaman Nyamplung
UPNVJ Buka SEMA Gelombang 2, Daftar hingga 10 Juli
Pelatihan Brevet Pajak AB plus Sertifikasi CTT Kini Dibuka
Kelas Personal Branding Erwin Parengkuan, 22 Juli
Kelas Lukis Paint Your Pets di Kemang Raya
Berita Terbaru
Proyek Sampah Jadi Listrik Rp 3 Triliun di Bali Resmi Dimulai
Muscab Pramuka Karawang Pilih Asep Aang sebagai Ketua
BRI-Bluebird Diskon 20% Sampai Akhir 2026
Jatim Buka Hotline Aduan Pungli PPDB
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor di Ciputat
5 Fakta Sejarah Bakpia yang Jarang Diketahui
Turis Prancis Kena Jambret di Kota Tua, Polisi Tangkap Pelaku