Muba Targetkan Penurunan 50 Persen Karhutla Tahun Ini

Iwan D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Muba Targetkan Penurunan 50 Persen Karhutla Tahun Ini

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menetapkan target ambisius untuk menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini. Targetnya, luas area yang terbakar harus turun setidaknya 50 persen dibandingkan dengan tahun 2025. Bupati Muba, M Toha Tohet, sudah memberi perintah tegas kepada seluruh satgas penanganan karhutla, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, untuk selalu siaga dan waspada. Tidak ada ruang untuk lengah.

"Yang harus diingat, 90 persen karhutla disebabkan oleh ulah manusia. Kemarau normal pun bisa menjadi bencana jika kita lengah. Karena itu saya tegaskan, tidak ada toleransi untuk keterlambatan dan ketidakmaksimalan tim dalam menanggulangi karhutla. Target kita minimal 50 persen penurunan luas karhutla tahun ini," ujar Bupati Muba M Toha Tohet. Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor manusia menjadi penyebab utama, dan kewaspadaan adalah kunci utama.

Pemerintah kabupaten berencana melakukan sinkronisasi satgas dan pembagian tugas pengendalian di semua tingkatan secara menyeluruh. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga akan menjadi prioritas. "Optimalisasi alat pertanian juga kita minta dukungannya untuk pemadaman karhutla. Kemudian aktivasi seluruh posko kebakaran dan pemanfaatan dana desa untuk mendukung pengendalian karhutla melalui program satu desa satu pompa," katanya. Ini berarti semua sumber daya, termasuk alat pertanian dan dana desa, akan dimobilisasi untuk pencegahan.

Berdasarkan data Sipongi, pada tahun 2025, Muba menjadi salah satu wilayah dengan luas karhutla terbesar, mencapai 986 hektare. Dari total tersebut, 12,6 hektare terjadi di lahan gambut. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencapai 1.361,9 hektare. Namun, data untuk periode Januari hingga Mei tahun ini menunjukkan luas karhutla di Muba sudah mencapai 36,4 hektare, dengan 1,1 hektare di antaranya di lahan gambut. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun sudah ada penurunan, ancaman masih nyata.

Bupati juga meminta perusahaan perkebunan dan kehutanan untuk berperan aktif. "Jangan hanya memadamkan api di dalam konsesi. Begitu ada asap di desa sekitar, harus langsung bergerak. Pencegahan dan gotong royong yang kita lakukan selama ini harus menjadi role model nasional," katanya. Ini menekankan bahwa tanggung jawab tidak hanya di dalam area konsesi, tetapi juga di sekitar desa.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Muba, Marko Susanto, mengingatkan bahwa pengalaman karhutla tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran. Pada tahun 2024, luas karhutla di Muba mencapai 4.036 hektare, atau sekitar 26 persen dari total luas lahan terbakar di Sumatera Selatan. Berkat sinergi semua pihak, angka itu berhasil ditekan menjadi 986 hektare pada tahun 2025. "Alhamdulillah pada tahun 2025 luas lahan terbakar berhasil turun secara signifikan. Namun angka itu masih cukup tinggi sehingga tidak boleh membuat kita lengah," imbuhnya.

Secara keseluruhan, upaya penurunan karhutla di Muba menunjukkan hasil positif, dengan penurunan drastis dari 4.036 hektare pada 2024 menjadi 986 hektare pada 2025. Namun, target penurunan 50 persen untuk tahun ini menunjukkan bahwa tantangan masih besar, terutama karena faktor manusia masih menjadi penyebab utama. Kewaspadaan dan sinergi semua pihak, dari pemerintah hingga perusahaan, menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.

karhutlaMubapenurunankebakaranhutantargetsatgas

Komentar

Memuat komentar...