Turki Gagal di Piala Dunia 2026 Usai Dua Kekalahan

Bambang W. · 2 min baca · 3 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Turki Gagal di Piala Dunia 2026 Usai Dua Kekalahan

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Tim nasional Turki harus angkat koper lebih awal dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun di babak penyisihan Grup D. Padahal, banyak yang menaruh harapan tinggi pada skuad asuhan Vincenzo Montella yang diperkuat Arda Guler dan kawan-kawan.

Kekalahan terakhir terjadi saat Turki ditundukkan Paraguay dengan skor tipis 0-1 pada Sabtu, 20 Juni 2026 pagi WIB. Gol cepat dari Matias Galarza yang tercipta di menit kedua sudah cukup untuk membuat Turki gigit jari. Meskipun mereka unggul jumlah pemain sepanjang babak kedua, tim Bintang-Bulan Sabit tetap tak mampu membalikkan keadaan.

Ironisnya, Turki masuk ke turnamen ini sebagai salah satu tim unggulan. Peringkat FIFA mereka adalah yang terbaik kedua di Grup D, hanya kalah dari Amerika Serikat. Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Dua laga pertama justru dijalani melawan tim yang di atas kertas lebih lemah, yaitu Australia dan Paraguay. Hasilnya? Nihil gol.

Bahkan lebih menyakitkan lagi, statistik menunjukkan Turki melepaskan 60 tembakan dalam dua pertandingan itu. Sebuah jumlah yang besar, tapi tanpa satu pun yang berbuah gol. Kebuntuan ini membuat pertandingan terakhir melawan Amerika Serikat menjadi tidak berarti lagi. Nasib mereka sudah tak bisa diselamatkan.

Arda Guler, pemain muda yang digadang-gadang menjadi bintang di turnamen ini, angkat bicara. "Kami seharusnya memenangi pertandingan-pertandingan ini, jadi kami meminta maaf ke masyarakat Turki," ujarnya.

Sementara itu, Amerika Serikat sudah memastikan diri lolos ke fase gugur dengan dua kemenangan. Dua tim lainnya, Australia dan Paraguay, masih akan bertarung di laga pamungkas grup. Laga itu akan menentukan siapa yang berhak mendampingi Amerika Serikat melaju langsung ke babak berikutnya.

Kegagalan Turki ini menjadi pengingat bahwa prediksi dan peringkat FIFA tak selalu menjamin hasil di lapangan. Sebuah tim bisa tampil dominan dalam statistik, tapi tetap pulang dengan tangan hampa.

gagalpiala duniaturkiparaguayarda gulerkebuntuanfifa

Komentar

Memuat komentar...