Kanker Serviks Stadium 4: Feses Keluar dari Vagina, Gejala Akhir
Gambar atau konten salah?
Kanker serviks, atau yang lebih dikenal sebagai kanker leher rahim, adalah penyakit yang mulai tumbuh di permukaan serviks. Serviks sendiri merupakan bagian bawah rahim yang menghubungkan dengan vagina. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV, yaitu singkatan dari human papillomavirus. Virus ini menyebar melalui kontak seksual.
Yang membuat kanker serviks berbahaya adalah sifatnya yang seringkali tidak menunjukkan gejala apapun di awal. Gejala baru muncul ketika kanker sudah berkembang atau mulai menyebar ke bagian tubuh lain. Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker serviks memiliki empat tahap perkembangan, yang disebut stadium.
Berikut adalah penjelasan rinci mengenai keempat stadium kanker serviks, berdasarkan informasi dari Cancer Research UK.
Stadium 1
Pada stadium ini, kanker masih berada di dalam leher rahim. Belum ada penyebaran ke jaringan di sekitarnya atau ke organ lain. Stadium 1 dibagi lagi menjadi dua bagian:
- Stadium 1A: Ukuran kanker sangat kecil, hanya sekitar 3 hingga 5 milimeter. Karena ukurannya yang sangat kecil, kanker ini hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop atau alat khusus bernama kolposkop.
- Stadium 1B: Area kanker sudah lebih besar dari 5 milimeter. Meskipun lebih besar, kanker masih berada di dalam jaringan serviks dan belum menyebar ke luar.
Stadium 2
Di tahap ini, kanker mulai menyebar keluar dari leher rahim ke jaringan di sekitarnya. Namun, kanker belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina. Stadium 2 juga terbagi:
- Stadium 2A: Kanker sudah menyebar ke bagian atas vagina.
- Stadium 2B: Kanker sudah menyebar ke jaringan yang berada di sekitar leher rahim.
Stadium 3
Stadium 3 berarti kanker telah menyebar dari leher rahim ke satu atau lebih area berikut: sepertiga bagian bawah vagina, dinding panggul, satu atau lebih saluran yang mengalirkan cairan dari ginjal (ureter), atau kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening yang dimaksud bisa yang berada di ruang antara tulang pinggul atau di perut (disebut kelenjar getah bening para-aorta).
Pengelompokan stadium 3 lebih detail:
- Stadium 3A: Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, tetapi belum mencapai dinding panggul.
- Stadium 3B: Tumor sudah tumbuh menembus dinding panggul. Atau, terjadi penyumbatan pada satu atau kedua saluran yang mengalirkan cairan dari ginjal.
- Stadium 3C: Kanker ditemukan di daerah panggul, tetapi belum menyebar ke bagian tubuh yang jauh.
Stadium 4
Ini adalah stadium paling lanjut. Kanker telah menyebar ke salah satu atau lebih dari area berikut: di luar area antara tulang pinggul (panggul), ke lapisan kandung kemih, ke lapisan saluran dubur (rektum), atau ke organ lain seperti paru-paru.
Rincian stadium 4:
- Stadium 4A: Kanker telah menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih atau rektum (anus).
- Stadium 4B: Kanker telah menyebar ke organ yang lebih jauh, misalnya paru-paru.
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Kanker Serviks Memasuki Stadium Lanjut?
Ketika kanker serviks sudah berada di stadium lanjut, terutama stadium 4, tubuh mulai menunjukkan beberapa gejala yang cukup jelas.
1. Keputihan Tidak Normal
Salah satu gejala yang bisa muncul adalah keputihan yang tidak normal. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, keputihan ini bisa bertekstur encer, bercampur darah, keluar dalam jumlah banyak, dan berbau tidak sedap. Gejala ini sebenarnya sudah bisa muncul sejak stadium awal, dan akan semakin parah di stadium lanjut.
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp. Onk, menjelaskan bahwa keputihan yang tidak normal menjadi salah satu tanda utama. "Nah sekarang, keputihan itu ada yang bening. Tapi kalau keputihannya itu sudah berwarna, berwarna putih, berwarna kuning, apalagi sampai berbau. Putih, kuning, ada mikroorganisme atau kuman lain. Kita obati sesuai dengan penyebabnya, kan?" ucapnya dalam sebuah konferensi pers.
Beliau menambahkan, "Nah yang parah itu kalau sudah berbau, merah, itu berarti apa? Udah kanker."
2. Perdarahan dan Nyeri saat Berhubungan Intim
Menurut Prof Yudi, gejala lain yang patut diwaspadai adalah perdarahan yang terjadi saat berhubungan intim. Jika perdarahan ini disertai dengan rasa nyeri, itu bisa menjadi tanda bahwa kanker telah menyebar dari area leher rahim ke jaringan di sekitarnya.
3. Komplikasi Serius
Pada stadium yang sangat lanjut, kanker serviks bisa menyebabkan komplikasi serius. Contohnya adalah keluarnya feses dari vagina atau kebocoran saluran kemih. Prof Yudi mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi karena kanker telah menembus dinding pemisah antara rahim dan saluran pencernaan atau saluran kemih.
"Tambah lagi kalau (kanker) ke depan, (kena) saluran kencing, bocor, ngompol terus. Itu sudah stadium 4A atau 4B," jelasnya.
Cara Mendiagnosis Kanker Serviks
Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mendiagnosis kanker serviks sejak dini.
1. Pap Smear
Pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim. Tujuannya adalah untuk melihat apakah ada perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker. Menurut National Cancer Institute, pap smear direkomendasikan untuk wanita mulai usia 21 tahun dan dilakukan setiap tiga tahun sekali.
2. Skrining dengan IVA
IVA adalah singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengoleskan larutan asam asetat encer pada leher rahim. Jika muncul bercak putih setelah sekitar satu menit, itu bisa menjadi tanda adanya perubahan sel yang perlu diperiksa lebih lanjut. Skrining IVA direkomendasikan mulai usia 35 tahun dan bisa diulang setiap 3 hingga 5 tahun.
3. Tes HPV DNA
Berdasarkan informasi dari WHO, tes HPV DNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan strain HPV berisiko tinggi yang menjadi penyebab hampir semua kasus kanker serviks. Sama seperti pap smear, tes ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim. Tes ini bisa dimulai sejak usia 30 tahun, dengan skrining rutin setiap 5 hingga 10 tahun.
Singkatnya, kanker serviks adalah penyakit yang bisa dicegah dan dideteksi sejak dini. Gejala baru muncul saat sudah memasuki stadium lanjut, seperti keputihan berbau, perdarahan, dan nyeri. Pemeriksaan rutin seperti pap smear, IVA, dan tes HPV DNA adalah kunci untuk menemukan kanker sebelum berkembang menjadi serius.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
