Kape Barako Jadi Pilihan Utama Oleh‑oleh Wisatawan Filipina
Gambar atau konten salah?
Kape Barako kini menjadi primadona oleh‑oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Filipina. Kopi khas ini dikenal dengan aroma dan cita rasa kuatnya, sehingga tak pernah absen dalam daftar belanja turis.
Dalam bahasa Tagalog, kape berarti kopi, sedangkan barako berarti jantan. Istilah ini mencerminkan citra maskulinitas yang melekat pada kopi ini. Kape Barako menonjolkan fakta bahwa kopi Filipina memiliki rasa yang kuat serta kandungan kafeinnya yang tinggi.
Secara tradisional, Kape Barako disajikan hitam pahit atau dengan tambahan gula aren (muscovado). Pada masa lalu, kopi ini menjadi minuman para pria macho—para petani dan pekerja kasar—yang membutuhkan minuman sekuat kerja keras mereka sehari‑hari. Mereka menyeruput kopi itu saat ayam jantan berkokok pukul 04.00, momen yang bertepatan dengan waktu mereka bersiap memulai hari di bawah terik matahari.
Spesies kopi ini adalah liberica dengan buah ceri besar dan rasa unik. Pohon kopi liberica dapat mencapai ketinggian hingga 17 meter, sehingga menyerupai pohon hutan. Citarasa liberika kompleks, dengan aroma buah, kayu, bahkan sedikit asap, menjadikannya unik di antara kopi dunia.
Walaupun liberica (Coffea liberica) bukan kopi asli Filipina—asalnya berasal dari Liberia, Afrika Barat—sejarah lokal mencatat bahwa biarawan Spanyol pertama kali menanam pohon‑pohon ini di halaman gereja pada 1700‑an. Setelah wabah penyakit karat kopi mengerus perkebunan arabika di seluruh dunia pada akhir 1800‑an, kopi liberica, dengan hasilnya yang lebih kecil tetapi gen yang lebih kuat, menjadi tanaman kopi standar di Filipina.
Tanaman ini banyak ditanam di Provinsi Batangas dan Cavite, dua wilayah yang terkenal dengan perkebunan kopi berkualitas.
Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
Secara keseluruhan, Kape Barako tidak hanya menawarkan rasa kuat dan aroma khas, tetapi juga menampilkan sejarah panjang yang menghubungkan tradisi, ketahanan, dan kebudayaan Filipina. Dengan karakteristik uniknya, kopi ini tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin membawa pulang kenangan rasa yang autentik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
