Kemendikdasmen Peluncurkan Bulan Pemberdayaan Perempuan 2026
Gambar atau konten salah?
Pada 01 April 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan rencana pelaksanaan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui pendidikan. Rencana ini diselaraskan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan sangat berkaitan dengan Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya pada jenjang dasar dan menengah. Ia menambahkan, “Kegiatan ini bertujuan untuk mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan sebagai momentum nasional sekaligus sebagai upaya kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi tiga menteri,” kata Hafidz dalam acara peluncuran yang disiarkan lewat YouTube Kemendikdasmen pada hari Rabu.
Menurut Hafidz, ada empat alasan utama di balik peluncuran bulan tersebut. Pertama, perempuan memerlukan penguatan literasi dan nilai kebersamaan. Kedua, pemberdayaan lewat pendidikan dasar dan menengah dianggap kunci membangun generasi yang kunggul, cerdas, kritis, setara, dan berdaya. Ia berkata, “Kedua, penguatan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menjadi kunci dalam membangun generasi yang kunggul, cerdas, kritis, setara, dan juga berdaya,” katanya.
Tiga, bahasa dan sastra memiliki peran penting dalam membangun medium, membentuk kesadaran, mengasah daya pikir, dan daya kritis. Hafidz menambahkan, “Yang ketiga, bahasa dan sastra memiliki peran penting dalam rangka membangun medium, membentuk kesadaran, mengasah daya pikir, dan juga daya kritis. Selain itu, juga sebagai ruang refleksi dalam kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial, pendidikan, budaya, dan kebangsaan.”
Keempat, momentum Hari Kartini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus dimaknai sebagai agenda pendidikan dan penguatan karakter bangsa yang hidup, bukan sekadar seremoni belaka. Hafidz menutup, “Yang keempat, momentum hari Kartini memberikan penguatan makna bahwa pemberdayaan perempuan harus dimaknai sebagai agenda pendidikan dan penguatan karakter bangsa yang hidup bukan sekadar seremoni belaka,” tambah Hafidz.
Selama bulan tersebut, Badan Bahasa Kemendikdasmen menyelenggarakan berbagai kegiatan bagi siswa dan guru. Kegiatan tersebut meliputi:
- Bedah buku
- Lomba menulis cerpen
- Lomba menulis esai
- Lomba video kreatif mendongeng
- Penyusunan buku antologi cerpen berbaca daerah
- Sayembara cerita anak Indonesia
- Siniar bertemakan Kartini
- Penyusunan bahan ajar pemberdayaan perempuan
- Pengembangan teknis pendidikan kecakapan kerja dan kecakapan perusahaan
- Kegiatan lain
Kemendikdasmen juga mengundang dialog kebangsaan dengan dua tokoh penting, yaitu Wardiman Djojonegoro, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1993‑1998, dan Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Mereka membahas pendidikan sebagai kunci utama pemberdayaan perempuan.
In the long run, the month aims to strengthen women's role in education and society.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bootcamp 35 Hari: Sertifikat 200 JP, 6 Live – Pendaftaran
Kelas CV Praktis 17 Juni: Bikin CV Mampu Panggil Interview
Trisa Triandesa: Indonesia Butuh Jurusan Neuroscience
OSN 2026 Buka Layanan Pengaduan Kecurangan Online Diri
OSN 2026: Sanksi Tegas bagi Pelanggaran Kecurangan Peserta
SPMB Jawa Tengah 2026: Jadwal Pendaftaran dan Dokumen
Berita Terbaru
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 5 Juni 2026: Variasi Tinggi
McDonald's Indonesia Gelar Kampanye FIFA World Cup 2026
ORADO Resmi Jadi Anggota KONI, Domino Menjadi Olahraga Nasional
Suporter AS Kekecewa: Tempat Duduk Piala Dunia 2026 Terbagi
Batam Siapkan Jalan & Landfill TPA Telaga Punggur, Rp45,45 M
Jadwal Sholat Jumat 5 Juni 2026 Lengkap di Jawa Timur
