Kementerian Pendidikan: Laboratorium & SDM PAUD‑Guru Pensiun Indonesia

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Kementerian Pendidikan: Laboratorium & SDM PAUD‑Guru Pensiun Indonesia

Gambar atau konten salah?

Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Maria Veronica Irene, menjelaskan bahwa kementerinya berperan sebagai hulu dalam ekosistem riset. Ia menegaskan bahwa kementerian ini menargetkan sumber daya manusia (SDM) dengan rentang usia paling panjang, mulai dari PAUD hingga guru pensiun.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu kalau dilihat dari sasarannya, itu sasaran SDM dengan usia yang paling panjang, dari PAUD sampai guru pensiun. Makanya hal-hal yang (perlu) diselesaikan juga banyak,” kata Irene dalam acara Open Talk BRIN Goes to Global Recognition and Nobel Prize di Ruang Jirap, Gedung BJ Habibie BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (20 April 2026).

Ia menyoroti dua tantangan utama dalam membawa riset ke jenjang sekolah:

  1. Sarana dan Prasarana

Menurut Irene, kurangnya laboratorium yang lengkap dan mumpuni menjadi hambatan terbesar. “Sampai saat ini, tidak semua sekolah memiliki laboratorium yang lengkap dan mumpuni. Benar-benar hanya sekolah khusus saja yang bisa menyediakan itu untuk anak praktik belajar,” ujarnya. Ketidakhadiran laboratorium yang baik memengaruhi performa murid saat mengikuti kejuaraan sains. Ia mengingat pengalaman murid SMP Indonesia di International Junior Science Olympiad (IJSO). “Dibandingkan dengan peserta lainnya, murid asal Indonesia kurang bersaing dalam hal praktik. Alasannya karena mereka tidak biasa melakukan hal itu lantaran sarana dan prasarana mereka tidak mendukung. Mereka nggak bisa praktikum, mereka lebih bisa teori. Bisa teori, belajar. Tapi praktik ini kan sesuatu yang harus jadi daily activity di dalam pembelajaran. Harus engage (terkait) di dalam pembelajaran. Tidak bisa yang sekali lihat YouTube, lihat video, harus praktik sendiri,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Kemendikdasmen telah memasukkan pembangunan laboratorium ke dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Tujuannya agar setiap sekolah dapat memiliki laboratorium standar yang mendukung proses belajar‑mengajar.

  1. Sumber Daya Manusia (SDM)

Bagian kedua tantangan berfokus pada guru. Irene menekankan pentingnya guru menjadi role model dengan kemampuan berpikir kritis dan science mindset. “Guru seharusnya bisa jadi role model dengan kemampuan berpikir kritis dan science mindset yang mereka miliki. Kedua kemampuan ini harus terus diasah dan dijelajahi. Dengan demikian, proses pembelajaran bisa jadi lebih bermakna, tidak sekadar untuk menyelesaikan jam pembelajaran,” ungkapnya.

Ia menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa kedua hal tersebut merupakan kunci krusial agar riset dapat berkembang di tingkat dasar. “Dua hal itu saya pikir yang menjadi kunci krusial ketika (riset) di ekosistem yang paling dasar ini bisa diperjuangkan,” pungkasnya.

Dengan fokus pada sarana, prasarana, dan pengembangan SDM, pemerintah berupaya menanamkan budaya riset sejak dini. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa, memperkuat daya saing Indonesia di arena sains internasional, dan menumbuhkan generasi yang siap memimpin inovasi di masa depan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan MenengahrisetlaboratoriumSDMgurusarana dan prasaranaInternational Junior Science Olympiad

Komentar

Memuat komentar...