28 SDN di Malang Kekurangan Murid

Ningsih R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
28 SDN di Malang Kekurangan Murid

Gambar atau konten salah?

Di Kota Malang, puluhan sekolah dasar negeri menghadapi masalah kekurangan siswa pada masa penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang melaporkan bahwa sekolah-sekolah yang minim jumlah siswa baru ini sebagian besar berada di daerah pinggiran kota.

Data dari Disdikbud Kota Malang mencatat ada 28 SD negeri yang masih kekurangan siswa dari pagu atau kuota yang telah ditentukan. Jumlah ini setara dengan 15 persen dari total 195 SD negeri yang ada di Kota Malang.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah yang kekurangan siswa itu umumnya terletak di kawasan pinggiran kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu. "Jumlahnya 15 persen SDN di Kota Malang yang kekurangan murid. Total keseluruhan SDN ada 195 sekolah," kata Suwarjana saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 15 Juli 2026.

Suwarjana mengungkapkan bahwa penurunan jumlah anak usia sekolah dasar disebabkan oleh keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini kemudian berdampak langsung pada jumlah peserta didik baru yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar di Kota Malang. "Salah satu faktornya karena keberhasilan program KB. Sehingga jumlah kelahiran tidak sebanyak dulu," bebernya.

Sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid tersebar di beberapa wilayah, seperti Kelurahan Jatimulyo, Tasikmadu, Bandulan, hingga Mulyorejo. Menurut Suwarjana, sejauh ini sekolah paling sedikit menerima enam siswa, dan paling banyak menerima 17 siswa. "Paling sedikit menerima enam siswa, gak sampai satu atau dua, itu ada di Tasikmadu dan Jatimulyo," tuturnya.

Meskipun demikian, Suwarjana menilai bahwa minat masyarakat terhadap sekolah negeri masih cukup tinggi. Sementara itu, daya tampung sekolah swasta, termasuk sekolah swasta favorit, dinilai belum mampu menyerap seluruh calon peserta didik. "Kalau sekolah swasta favorit paling hanya sekitar seribuan siswa. Selebihnya masyarakat masih banyak yang memilih sekolah negeri," katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, menambahkan bahwa setiap sekolah memiliki pagu penerimaan sebanyak 28 siswa per rombongan belajar. Namun, sebagian sekolah yang belum memenuhi kuota rata-rata masih kekurangan lebih dari 10 siswa. "Pagu sekolah 28 siswa. Rata-rata sekolah yang kekurangan murid masih kurang lebih dari 10 siswa," imbuh Adhim secara terpisah.

Beberapa sekolah yang hingga kini belum memenuhi kuota antara lain SDN Gadingkasri, SDN Kiduldalem 1, SDN Kiduldalem 2, SDN Oro-Oro Dowo, serta SDN Sukoharjo 2. Selain sekolah-sekolah tersebut, masih ada beberapa SD negeri lainnya yang mengalami kondisi serupa.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penurunan angka kelahiran akibat program KB berdampak langsung pada jumlah siswa baru di sekolah-sekolah negeri, terutama di daerah pinggiran. Sementara minat terhadap sekolah negeri tetap tinggi, daya tampung sekolah swasta belum cukup untuk menampung kelebihan calon siswa.

kekurangan siswaSD negeripinggiran kotaprogram KBpenerimaan murid baruKota Malangkuota sekolah

Komentar

Memuat komentar...