Kemnaker Buka Magang Gelombang 3, Target 150 Ribu Peserta

Cahyo S. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kemnaker Buka Magang Gelombang 3, Target 150 Ribu Peserta

Gambar atau konten salah?

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka program magang nasional untuk gelombang ketiga angkatan kedua. Rencananya, program ini akan dimulai secara resmi pada bulan November mendatang.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menargetkan total peserta magang nasional untuk angkatan kedua ini mencapai angka 150 ribu orang. Target tersebut merupakan akumulasi dari tiga gelombang pendaftaran yang telah dan akan dilaksanakan.

Pada gelombang kedua angkatan kedua, tercatat sebanyak 40.962 orang dinyatakan lolos sebagai peserta magang. Sementara itu, pada gelombang pertama, jumlah peserta yang diterima mencapai 46.160 orang. Dengan demikian, untuk memenuhi target 150 ribu peserta, gelombang ketiga nanti akan membuka kuota sekitar 62.000 orang.

"Jadi 41 ribu ditambah batch pertama 46 ribu, nanti di batch ketiga insya Allah kita akan bulatkan menjadi 150 ribu," ujar Yassierli dalam konferensi pers Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2, di Jakarta Selatan, pada Rabu, 23 September 2026.

Yassierli mengatakan, pihaknya masih mengambil waktu untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program magang nasional yang saat ini sedang berjalan. Meski begitu, ia menargetkan pendaftaran dan kick-off untuk gelombang ketiga akan mulai dibuka kembali dalam waktu sekitar satu setengah bulan ke depan, atau sekitar awal November.

"Nanti mungkin dalam satu setengah bulan ke depan, sekitar awal November kita akan insyaallah kick off lagi untuk batch yang ketiga," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, membeberkan adanya perubahan skema untuk pelaksanaan gelombang ketiga nanti. Berbeda dengan gelombang-gelombang sebelumnya, pada gelombang ketiga ini penempatan peserta magang hanya akan dilakukan di perusahaan saja. Tidak ada lagi penempatan di kementerian atau lembaga pemerintah.

"Dan untuk batch 3 itu semuanya pure perusahaan. Jadi enggak ada kementerian/lembaga nantinya untuk batch 3," ujar Darmawansyah.

Ia merinci tahapan persiapan untuk gelombang ketiga. Proses akan dimulai pada bulan September dengan membuka pendaftaran bagi perusahaan yang ingin menjadi penyelenggara magang. Selanjutnya, pada bulan Oktober, pendaftaran dan seleksi bagi calon peserta akan dilakukan. Program kemudian akan resmi dimulai pada bulan November.

"November kita akan kick-off lagi, tapi kita mulai pendaftarannya mulai dari bulan September ini, kita mulai daftar untuk penyelenggara. Kemudian Oktober nanti daftar untuk peserta, seleksi, kick-off lagi di November," jelas ia.

Meskipun ada perubahan skema penempatan, uang saku bagi peserta magang tetap sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Darmawansyah menegaskan hal ini. "Enggak, enggak. Uang saku murni dari pemerintah," beber ia.

30.000 Peserta Angkatan Pertama Sudah Bekerja

Darmawansyah juga membeberkan data mengenai alumni program magang nasional angkatan pertama. Dari total sekitar 100 ribu alumni, ada 60.000 orang yang tercatat menjalani magang di perusahaan. Hampir 50 persen dari alumni yang magang di industri, atau sekitar 30.000 orang, telah terserap dan bekerja di perusahaan.

"Sekitar 60.000 itu kan bekerja di magang di industri. Dari 60.000 itu berarti kan mendekati 50%-nya sekitar 30.000 sudah bekerja yang di perusahaan, tetapi yang di kementerian juga, itu ada juga yang mereka bekerja ke perusahaan. Nah, ini yang sedang kita tracer lagi ya, kita tracer. Ini baru yang angkatan pertama 2025 gitu," tutur Darmawansyah.

Pihaknya menggunakan dua metode utama untuk melacak data penyerapan kerja dari program magang nasional. Pertama, melalui pengiriman kuesioner survei kepada para alumni. Kedua, dengan mencocokkan data kepesertaan pada BPJS Ketenagakerjaan. Dari pengecekan data BPJS tersebut, terlihat adanya peningkatan yang signifikan terhadap jumlah peserta yang kini sudah resmi bekerja.

"Kementerian/lembaga sebenarnya ada. Nah, itu kan kita harus kulik lagi ya, harus lihat lagi di dalam seperti apa. Contoh misalnya yang magang di kami saja, itu begitu yang angkatan satu kemarin itu ada yang kerjanya di luar. Misalnya dapat di bank dan sebagainya. Mereka sambil magang itu sambil cari juga lowongan-lowongan pekerjaan," pungkasnya.

Program magang nasional ini menunjukkan hasil yang cukup baik dalam penyerapan tenaga kerja. Dari data yang ada, hampir setengah dari peserta yang magang di perusahaan berhasil mendapatkan pekerjaan tetap. Pemerintah terus berupaya melacak data lebih lanjut untuk mengetahui dampak program ini secara lebih menyeluruh, termasuk bagi peserta yang ditempatkan di instansi pemerintah.

magang nasionalKemnakergelombang ketigatarget pesertapenempatan perusahaanuang sakupenyerapan kerja

Komentar

Memuat komentar...