Keracunan Makan Gratis MBG di Surabaya: 124 Siswa Terkena
Gambar atau konten salah?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami keracunan massal pada Senin, 11 Mei 2026. Sekolah‑sekolah yang berpartisipasi mengirimkan siswa untuk menerima makanan sehat. Namun, beberapa siswa melaporkan gejala tidak nyaman setelah makan.
Pasca kejadian, siswa yang dirasakan sakit segera dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan kemudian ke RS Ibu dan Anak IBI Demak. Keluhan yang muncul meliputi pusing, mual, muntah, hingga diare. Pusat kesehatan menilai kemungkinan gangguan pencernaan akibat makanan yang disajikan.
"Data jam 15.00 WIB kemarin (Selasa (12/5) 9 orang (masih dirawat di RS)," kata dr Billy Daniel Messakh, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, pada Rabu, 13 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa sebagian besar siswa sudah dapat pulang setelah penanganan medis.
Menurut dr Ramli Tarigan, Direktur Utama RS IBI Demak, "Tujuh anak. Semua rata-rata mual, muntah, mencret (diare)," ia menjelaskan. Di rumah sakit, tujuh siswa masih menjalani rawat inap, sementara dua siswa lainnya memilih pulang paksa.
"Totalnya kemarin pendataan terakhir itu 124 korban. Untuk masing-masing sekolahnya itu ada 9 sekolah. Sekarang tinggal sisa tujuh," ujar dr Ramli. Data tersebut mencerminkan total korban 124 siswa dari 9 sekolah yang terlibat.
Sejumlah siswa masih dirawat di rumah sakit karena membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, siswa lainnya sudah pulang setelah mendapatkan perawatan. Program MBG tetap berjalan, namun pihak berwenang meninjau kembali prosedur keamanan makanan.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan mutu makanan di program pendidikan. Meskipun sebagian besar siswa pulih, masih ada yang memerlukan perawatan lanjutan, menandakan perlunya evaluasi prosedur penyajian makanan di sekolah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Berita Terbaru
