Bahlil Perintah SKK Migas Libatkan Pengusaha Lokal di Proyek Masela

Ratna D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Bahlil Perintah SKK Migas Libatkan Pengusaha Lokal di Proyek Masela

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan instruksi tegas kepada SKK Migas. Ia meminta agar pengusaha lokal dilibatkan dalam proyek gas raksasa di Blok Masela, Maluku. Permintaan ini bukan tanpa alasan. Bahlil mengatakan hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin masyarakat daerah menjadi bagian dari pembangunan.

"Untuk Kepala SKK Migas, saya mohon ini untuk dipatuhi. Masyarakat di sini juga adalah bagian daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jangan kita ambil hasilnya, masyarakatnya tidak kita perhatikan," ujar Bahlil dalam sambutannya di acara Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Kamis 16 Juli 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyampaikan pesan khusus kepada Gubernur Maluku dan Bupati Kepulauan Tanimbar. Ia memperingatkan agar tidak ada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proyek ini. "Saya minta kepada Gubernur, Bupati, ingat ini bukan proyek APBD, harus profesional, jangan main KKN. Jangan karena tim sukses terus kalian dorong, enggak boleh, harus profesional, harus profesional, jangan pakai kelakuan-kelakuan lama," tegas Bahlil.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi yang sangat besar. Angkanya mencapai US$ 20,95 miliar atau hampir Rp 390 triliun. Bahlil menyebut proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi ketahanan energi nasional dan perekonomian. Proyek ini mampu memproduksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun serta 35.000 barel kondensat per hari.

Dari sisi penerimaan negara, proyek ini diperkirakan menghasilkan pendapatan langsung sekitar US$ 37,8 miliar atau sekitar Rp 682,5 triliun (kurs Rp 18.058 per dolar AS). Ditambah lagi dengan kontribusi pajak tidak langsung sekitar US$ 6,43 miliar atau sekitar Rp 115 triliun selama masa konstruksi dan operasi.

Soal tenaga kerja, proyek ini juga punya dampak besar. Selama masa konstruksi, diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung. Sementara saat memasuki tahap operasi, kebutuhan tenaga kerja berkisar 800 hingga 1.000 orang.

"Menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12.000 tenaga kerja, tenaga kerja langsung. Kalau tambah tidak tenaga kerja langsung, itu bisa kali tiga, menurut teori ekonominya begitu. Pada masa konstruksi, ini masa konstruksi, dan sekitar 800 sampai dengan 1.000 tenaga kerja pada saat operasi," terang Bahlil.

Proyek gas Masela ini menjadi salah satu proyek strategis nasional. Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat pada hasil energi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Arahan untuk melibatkan pengusaha lokal dan larangan KKN menjadi dua poin utama yang ditekankan Bahlil. Dengan nilai investasi yang sangat besar, proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di Maluku dan sekitarnya.

Blok Maselapengusaha lokalSKK MigasBahlil LahadaliaLNG Abadi MaselaKKNtenaga kerja

Komentar

Memuat komentar...