Kopi Susu Lebih Efektif Menekan Peradangan Pekerja
Gambar atau konten salah?
Minuman kopi, yang sudah lama menjadi pilihan banyak orang untuk memulai hari, kini mendapat sorotan baru. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kopi yang dicampur susu dapat bekerja lebih efektif melawan peradangan dibandingkan kopi hitam saja. Penjelasan utama terletak pada kombinasi polifenol dan protein.
Polifenol, senyawa alami yang dikenal sebagai antioksidan, membantu melawan radikal bebas yang dapat memicu peradangan dalam tubuh. Sementara protein, terutama yang berasal dari susu, dapat meningkatkan aktivitas polifenol. Bersama-sama, keduanya dapat bekerja dua kali lebih kuat dalam menekan proses inflamasi.
Menurut seorang ahli gizi, “Polifenol membantu melindungi sel dari kerusakan akibat peradangan,” kata Melissa Mroz‑Planells. Ia menegaskan bahwa senyawa ini banyak ditemukan pada kopi dan teh, dan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sel.
Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2023 di Journal of Agriculture and Food Chemistry mengamati reaksi sel terhadap peradangan buatan. Sel-sel tersebut diberi polifenol saja atau polifenol bersama protein. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi polifenol dan asam amino bekerja dua kali lebih efektif dibandingkan polifenol tanpa protein.
Dr. Scott Zashin, seorang dokter spesialis reumatologi di Texas, menambahkan, “Jika minum kopi dengan susu, efek antiinflamasinya lebih kuat dibanding kopi saja.” Ia menekankan bahwa efek ini penting bagi orang yang mengidap kondisi peradangan kronis.
Polifenol tidak hanya melawan inflamasi. Senyawa ini juga menekan stres oksidatif, kondisi yang sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis. Dr. Zashin menjelaskan bahwa polifenol sering dipakai dalam industri makanan untuk menjaga kualitas produk, sehingga makanan tidak cepat rusak atau berubah rasa.
Protein dalam susu, selain berasal dari asam amino, juga dapat ditemukan dalam sumber lain seperti salmon dan daging tanpa lemak. Kombinasi makanan ini dapat meningkatkan efek antiinflamasi tubuh. Dr. Zashin menyebut pola makan tinggi polifenol, seperti pola Mediterania yang kaya sayur dan biji‑bijian, sering dianjurkan bagi penderita radang sendi.
Walaupun temuan ini menarik, penelitian masih dilakukan pada sel di laboratorium. Artinya, efeknya pada manusia masih perlu diteliti lebih lanjut. Ahli gizi Keri Gans mengingatkan bahwa kopi hitam tetap kaya antioksidan alami, sehingga kopi tanpa susu pun tetap memiliki manfaat kesehatan.
Melissa Mroz‑Planells menegaskan, “Temuan ini menunjukkan pentingnya konsumsi makanan kaya polifenol.” Ia juga menekankan bahwa kopi dan susu memiliki banyak manfaat, namun tidak bisa dijadikan pola makan utama untuk hidup sehat. Ia menyarankan pola makan beragam demi kesehatan tubuh.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti potensi tambahan kopi susu dalam mendukung fungsi antiinflamasi tubuh. Namun, bagi konsumen, penting untuk tetap mengkonsumsi kopi dalam batas wajar dan menyeimbangkan pola makan dengan sumber nutrisi lain. Dengan demikian, kopi tetap menjadi minuman yang nikmat sekaligus berkontribusi pada kesehatan secara moderat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
