Korban 82 Meninggal di Bozem Surabaya, Jenazah Terperangkap
Gambar atau konten salah?
28 Maret 2026 Sabtu, seorang perempuan berusia M (82) ditemukan tidak bernyawa di Bozem Bratang Jalan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Mayatnya tergeletak di dalam air, mengambang di dalam rumah pompa.
BPBD Surabaya menerima laporan penemuan mayat pada pukul 06.07 WIB. Petugas langsung menuju lokasi dan tiba di sana pada pukul 06.14 WIB.
Linda Novanti, kepala departemen darlog BPBD Surabaya, mengatakan, “Saat petugas tiba di lokasi untuk jenazah masih berada di bozem,” kata Linda kepada wartawan, Sabtu (28 Maret 2026). Ia menambahkan bahwa jenazah terperangkap di saringan sampah rumah pompa saat ditemukan.
Korban mengenakan kemeja kotak‑kotak putih biru dan celana hitam. Ia dievakuasi ke tepi sungai menggunakan perahu.
BPBD melakukan evakuasi air, jenazah berhasil diangkat dari saringan sampah. Tim Inafis Polrestabes Surabaya kemudian datang untuk mengidentifikasi jenazah. Setelah itu, jenazah dibawa ke kamar mayat RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan.
Linda menegaskan, “Pihak keluarga sudah mendampingi (korban menuju ke RSUD dr Soetomo),” pungkasnya.
Insiden ini menegaskan pentingnya respons cepat di area rumah pompa serta perlunya penanganan yang aman bagi korban dan keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Jadwal Sholat Jawa Timur 04 Juni 2026: Subuh Paling Awal
Kemensos Atensi Rp284,8 Juta Ke 126 Penerima Tulungagung
Berita Terbaru
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
