Laba Kimia Farma Melonjak 129% Jadi Rp227 Miliar

Sigit W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Laba Kimia Farma Melonjak 129% Jadi Rp227 Miliar

Gambar atau konten salah?

PT Kimia Farma (Persero) Tbk melaporkan pendapatan penjualan mencapai Rp 7 triliun. Laba usaha yang dibukukan perusahaan sebesar Rp 227 miliar. Angka ini naik drastis 129,31% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 99 miliar.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan resmi pada Senin, 02 November 2026. Ia menjelaskan bahwa EBITDA perusahaan juga tumbuh 32,04% menjadi Rp 503 miliar. Sebelumnya, pada kuartal III 2025, EBITDA tercatat Rp 381 miliar.

"Kinerja Perseroan sampai dengan Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa proses menuju turnaround terus berjalan dengan arah yang positif," kata Djagad.

Perbaikan laba usaha dan EBITDA menjadi bagian penting dari upaya perusahaan memperkuat fundamental bisnis. Momentum pemulihan kinerja dijaga agar berkelanjutan.

Kimia Farma juga berhasil menekan rugi bersih secara signifikan. Pada Triwulan III 2025, rugi bersih mencapai Rp 234 miliar. Angka itu turun menjadi Rp 13 miliar pada periode yang sama di 2026. Penurunan ini setara 94,49%.

"Penurunan rugi bersih tersebut merupakan perkembangan penting dalam perjalanan transformasi Kimia Farma. Fokus kami bukan hanya memperbaiki capaian keuangan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, memperkuat disiplin operasional, dan meningkatkan daya saing Perseroan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan," ucap Djagad.

"Kami akan terus menjaga momentum ini dengan memperkuat fundamental usaha dan memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan Perseroan," tambahnya.

Memasuki kuartal IV 2026, perusahaan berencana melanjutkan transformasi tata kelola. Penguatan fundamental bisnis menjadi prioritas utama. Pembenahan diarahkan pada penguatan pengendalian internal, pengelolaan risiko, disiplin pengambilan keputusan, serta akuntabilitas. Semua itu untuk mendukung pengelolaan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pada aspek bisnis dan keuangan, perusahaan melanjutkan penguatan pengelolaan modal kerja dan likuiditas. Pengendalian biaya, peningkatan produktivitas aset, serta optimalisasi portofolio produk juga dilakukan. Langkah-langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kinerja operasional. Sekaligus memperkuat daya saing dan fondasi pertumbuhan perusahaan.

Sebagai bagian dari proses pembenahan, Kimia Farma terus mengupayakan penyelesaian tantangan historis secara hati-hati dan terukur. Semua berpedoman pada ketentuan yang berlaku serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

"Penanganannya dilakukan dengan memperhatikan kepentingan Perseroan dan pemegang saham serta keberlanjutan operasional," tegas Djagad.

Perusahaan farmasi milik negara ini menunjukkan perbaikan kinerja yang cukup tajam. Dari posisi rugi bersih ratusan miliar, kini hanya tersisa belasan miliar. Transformasi internal dan pengendalian biaya menjadi kunci utama perbaikan ini. Fokus ke depan adalah menjaga momentum dan memastikan perbaikan berlangsung berkelanjutan.

PT Kimia Farmapendapatan penjualanlaba usahaEBITDArugi bersihtransformasi

Komentar

Memuat komentar...