Legging dan Celana Ketat di Pesawat: Bahaya Kebakaran

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Legging dan Celana Ketat di Pesawat: Bahaya Kebakaran

Gambar atau konten salah?

Kenyamanan menjadi faktor utama saat memilih pakaian, termasuk saat bepergian dengan pesawat. Legging biasanya dipilih karena tidak menghalangi pergerakan. Namun, legging tidak disarankan untuk penerbangan karena alasan keselamatan.

Dalam situasi darurat, legging dapat menjadi bahaya. Synthetic fibers yang digunakan dalam legging mudah terbakar dan menempel pada tubuh jika terjadi kebakaran. Legging dapat menempel pada kulit, membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit.

Seperti yang dikutip dari laman New York Post, penulis buku tentang bencana udara paling misterius di dunia, Christine Negroni mengatakan, legging bisa berakibat fatal saat pesawat jatuh atau terjadi kebakaran dalam kabin. Christine menyarankan untuk mengenakan pakaian cotton atau apapun yang terbuat dari natural fibers.

“Anda mungkin harus melarikan diri melalui kebakaran kabin atau mungkin ada kebakaran terpisah di darat begitu Anda meninggalkan pesawat. Semua orang mengenakan celana yoga di pesawat sekarang, tetapi saya menghindari semua serat buatan karena mereka lebih mungkin terbakar dan menempel pada Anda jika ada kebakaran,” kata Christine kepada The Sun.

Ia juga menekankan pentingnya tetap memakai sepatu.

“Jika Anda keluar dari pesawat, lantainya bisa sangat panas atau dingin, mungkin tertutup minyak atau terbakar, atau di ladang jagung - Anda tidak akan mau bertelanjang kaki. Pilih sepatu kets dibandingkan dengan hak tinggi,” kata Christine.

Selain legging, ada pakaian lain yang sebaiknya dihindari saat naik pesawat. Berikut beberapa di antaranya: skinny jeans, celana pendek, dan celana panjang (dalam konteks tertentu).

Molly Fergus, Manajer Umum Situs Perjalanan Trip Savvy, mengatakan, lebih baik menghindari skinny jeans. Sebab, pakaian jeans ketat ini membatasi pergerakan. Pakaian ketat dapat membuat penumpang merasa tidak nyaman dan perut kembung karena peningkatan tekanan udara. Andrea Fischbach, pramugari American Airlines, menambahkan, Kembung adalah masalah utama, bahkan untuk pramugari. Jadi kenakan sesuatu yang nyaman di pinggang Anda, seperti elastis, dia menyatakan. Andrea juga mengingatkan bahwa gas di usus akan mengembang sekitar 30 persen saat ketinggian kabin mencapai 7.000 kaki, sehingga kembung menjadi masalah utama bahkan bagi pramugari.

Tommy Cimato, pengguna Tik Tok yang juga berprofesi sebagai awak kabin, memperingatkan untuk tidak mengenakan celana pendek di pesawat. Ia menekankan bahwa celana panjang mencegah kulit kaki bersentuhan langsung dengan kursi pesawat, yang standar kebersihannya tidak diketahui.

“Celana panjang mencegah terjadinya infeksi atau gangguan kesehatan lain akibat bersentuhan langsung dengan alas duduk pesawat,” kata Tommy Cimato.

Celana ketat juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, dikenal sebagai DVT. Andrea menegaskan bahwa risiko ini lebih tinggi pada penumpang yang memakai pakaian ketat selama penerbangan.

Secara keseluruhan, rekomendasi ini menekankan pentingnya memilih pakaian yang aman dan nyaman. Menghindari legging dan pakaian ketat lainnya, serta memakai sepatu yang sesuai, dapat membantu penumpang melindungi diri dalam situasi darurat.

Pilihan pakaian yang tepat tidak hanya mempengaruhi kenyamanan, tetapi juga dapat mempengaruhi keselamatan penumpang ketika terjadi keadaan darurat di udara.

leggingserat sintetiskebakaranserat alamisepatujeans ketatDVT

Komentar

Memuat komentar...