Redite Pon Medangsia: 5 Juli 2026 Campuran Hari Baik dan Buruk
Gambar atau konten salah?
Pada Redite Pon Medangsia, yang jatuh pada hari Minggu, 5 Juli 2026, penanggalan kalender Bali menunjukkan campuran hari baik dan hari buruk untuk berbagai kegiatan. Masyarakat Hindu di Bali menggunakan perhitungan ini—dikenal sebagai ala ayuning dewasa—untuk menentukan kapan waktu yang tepat melakukan upacara adat, ritual keagamaan, atau pekerjaan sehari-hari. Setiap hari memiliki beberapa wewaran (pewara) yang masing-masing membawa pengaruh tersendiri, dengan tingkat kekuatan yang ditandai angka Alahing dewasa (semakin kecil angka, biasanya semakin baik).
Beberapa wewaran pada hari ini dinilai sangat baik. Amerta Dewa (Alahing dewasa 2) cocok untuk melaksanakan Panca Yadnya, terutama Dewa Yadnya, membangun tempat suci atau ibadah, serta membuat lumbung dan dapur. Dauh Ayu (juga Alahing dewasa 2) baik untuk menyusun awig-awig—peraturan adat atau undang-undang—dan untuk kegiatan membangun. Selain itu, Rekatadala Ayudana (Alahing dewasa 2) mendukung penanaman tanaman yang beruas atau berbuku, serta kegiatan berderma (dana punia).
Di sisi lain, ada wewaran yang membawa pertanda buruk. Gagak Anungsang Pati (Alahing dewasa 2) melarang upacara pembakaran mayat atau atiwa-tiwa. Kala Bangkung dan Kala Nanggung (keduanya Alahing dewasa 4) tidak baik untuk mulai memelihara ternak. Kala Buingrau (Alahing dewasa 4) justru baik untuk menebang kayu, membuat bubu (perangkap ikan), dan memuja pitra (leluhur), namun tidak baik untuk membangun atau memasang atap rumah. Kala Ingsor (Alahing dewasa 3) mengandung sifat mengecewakan, sementara Kala Temah (Alahing dewasa 3) sama sekali tidak baik untuk hari baik. Kaleburau (Alahing dewasa 3) melarang pelaksanaan karya ayu atau yadnya, serta upacara atiwa-tiwa atau ngaben. Lebur Awu (Alahing dewasa 4) tidak baik untuk upacara pernikahan (wiwaha), pertemuan, membangun rumah, atau memasang atap, tetapi justru baik untuk membangun irigasi. Uncal Balung (Alahing dewasa 3) menyarankan untuk tidak melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting.
Selain wewaran di atas, hari ini juga memiliki Pararasan Aras Kembang, Pancasuda Bumi Kepetak, Ekajalaresi Tininggalin Suka, dan Pratiti Widnyana. Kombinasi ini memberikan gambaran lebih lanjut tentang sifat hari tersebut. Secara keseluruhan, Redite Pon Medangsia menawarkan perpaduan antara peluang baik untuk kegiatan adat dan peringatan untuk menghindari aktivitas tertentu. Masyarakat Hindu Bali biasanya mempertimbangkan semua petunjuk ini sebelum mengambil langkah penting—baik itu upacara keagamaan, pembangunan fisik, atau pekerjaan sehari-hari—agar sesuai dengan tuntunan leluhur dan tradisi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jadwal Salat Denpasar 5 Juli 2026 Lengkap Niat
150 KK di Karangasem Krisis Air, PDAM Macet 3 Hari
Lahan 4 Hektar di Karangasem Hangus Terbakar, Sempat Dekat Pemukiman
Dua Bocah Tewas Tenggelam di Bak Benih Bandeng, Buleleng
Truk Muat Eskavator Terguling di Karangasem, Sopir Selamat
Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah di MSG.
Berita Terbaru
Redite Pon Medangsia: 5 Juli 2026 Campuran Hari Baik dan Buruk
Maroko Hajar Kanada 3-0, Lolos ke Perempatfinal
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juli 2026 Lengkap
Aji Santoso Kembali Jadi Pelatih, Kali Ini di Tim Legenda
Jadwal Salat Denpasar 5 Juli 2026 Lengkap Niat
Pengemudi Singapura Didenda Rp88 Juta Isi BBM Subsidi
BMKG: Sebagian Besar Jawa Timur Diliputi Kabur
16 Tim Siap Berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars
Kanada vs Maroko Babak Pertama Imbang 0-0
