Limbah Pusat Data Meta Tercemar Bakteri Mematikan

Dani L. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Limbah Pusat Data Meta Tercemar Bakteri Mematikan

Gambar atau konten salah?

Sebuah pusat data kecerdasan buatan milik Meta di Wyoming, Amerika Serikat, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, fasilitas tersebut membuang air limbah yang terkontaminasi bakteri berbahaya ke saluran pembuangan umum. Kejadian ini membuat otoritas setempat langsung bergerak cepat. Mereka memperketat aturan soal pembuangan limbah air dari pusat data.

Berdasarkan laporan dari Cowboy State Daily, Badan Utilitas Umum Cheyenne, Wyoming, kini melarang metode pembuangan air limbah yang disebut fill-and-flush. Metode ini adalah proses di mana pusat data membanjiri sistem pendingin mereka dengan air sebelum pertama kali dinyalakan. Larangan ini bukan tanpa alasan.

Semua berawal ketika Goat Systems LLC, kontraktor pusat data yang bekerja sama dengan Meta, membuang limbah air yang terkontaminasi bakteri Cupriavidus gilardii ke saluran pembuangan umum. Bakteri ini dikenal mematikan. Goat Systems dinyatakan melanggar peraturan limbah industri di Cheyenne. Pelanggaran ini terungkap setelah penyelidikan berbulan-bulan yang melacak sumber bakteri tersebut ke limbah dari Meta.

"Begitu kami mengetahui keberadaan bakteri tersebut, dan kemudian dari mana asalnya, kami segera menutupnya," ujar Frank Strong dari Badan Utilitas Umum Cheyenne, seperti dikutip dari Futurism, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Strong menjelaskan, bakteri itu pertama kali terdeteksi saat pengujian rutin untuk kontaminasi tinja. Menurutnya, bakteri ini adalah patogen aneh yang tidak biasa ditemukan di air limbah mana pun, termasuk yang berasal dari pusat data. Cupriavidus gilardii adalah bakteri yang resisten terhadap berbagai obat. Masih banyak yang belum diketahui tentang bakteri ini. Infeksi pada manusia juga sangat langka.

Meski begitu, bakteri ini sudah dikaitkan dengan 10 kematian. Tiga di antaranya melibatkan anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Menurut salah satu tinjauan kasus Cupriavidus, infeksi bakteri ini memiliki tingkat kematian 31,3 persen. Angka ini diambil dari sampel 32 infeksi yang diketahui sejak tahun 2009.

Strong mengatakan sumber pasti bakteri tersebut masih belum diketahui. Namun, air limbah dari pusat data AI Meta seluas 74.000 meter persegi di Cheyenne—yang masih dalam tahap pembangunan—tetap mengandung bakteri tersebut. Sistem saluran pembuangan Cheyenne mengalir ke pusat pengolahan air limbah. Air olahan ini kemudian dipasok untuk taman dan ruang hijau terbuka lainnya.

Khawatir jika air yang terkontaminasi Cupriavidus dipakai untuk irigasi, Strong mengatakan Cheyenne menutup sementara program pengolahan air limbah untuk melakukan pengujian lebih lanjut. "Kekhawatiran kami dengan sistem penggunaan kembali air limbah adalah kami mengubahnya menjadi aerosol, yang kami semprotkan ke rumput, dan itu meningkatkan risiko masalah kesehatan," ujar Strong.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Meta mengatakan pihaknya sudah langsung mengambil tindakan. Mereka meminta mitra kontraktornya, Fortis, untuk mengatasi masalah ini. "Meta berkomitmen untuk menjadi tetangga yang baik di Cheyenne, termasuk lewat perlindungan sumber air setempat, dan akan terus mendorong kolaborasi antara Fortis dengan dewan sampai situasi ini terselesaikan," ujar juru bicara Meta.

Kejadian ini menunjukkan bahwa pusat data, terutama yang menggunakan air dalam jumlah besar untuk pendinginan, bisa menimbulkan risiko lingkungan yang serius. Bakteri Cupriavidus gilardii yang resisten terhadap obat menjadi ancaman nyata, meskipun infeksi pada manusia jarang terjadi. Langkah Cheyenne memperketat aturan pembuangan limbah menjadi contoh bagaimana otoritas lokal harus waspada terhadap dampak industri teknologi besar.

Metapusat dataair limbahbakteriCupriavidus gilardiiCheyenneWyoming

Komentar

Memuat komentar...