Malaysia Adopsi Sistem QRIS, Pembayaran QR Akan Disatukan

Hari W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 4 dibaca
Bisik.id
Malaysia Adopsi Sistem QRIS, Pembayaran QR Akan Disatukan

Gambar atau konten salah?

Malaysia kini mengikuti jejak Singapura dengan menerapkan sistem pembayaran yang mirip dengan QRIS buatan Indonesia. Keputusan ini tertuang dalam aturan terbaru Bank Sentral Malaysia yang secara bertahap akan menghapus jaringan pembayaran QR milik masing-masing penyedia jasa dalam dua tahun ke depan. Nantinya, semua sistem ini akan digabung menjadi satu pembayaran QR yang terintegrasi dan saling terhubung.

Berdasarkan dokumen kebijakan interoperable Fund Transfer Framework yang baru diterbitkan, seluruh jaringan QR milik perusahaan tertentu wajib dihentikan paling lambat 30 Juni 2028. Selama masa transisi, lembaga keuangan yang terdampak dilarang merekrut pedagang baru ke dalam jaringan QR tertutup mereka. Aturan ini dilansir oleh The Edge Malaysia pada 10 Juli 2026.

Tujuan dari kebijakan ini cukup sederhana: masyarakat bisa menggunakan aplikasi bank atau dompet digital mana pun yang ikut serta untuk melakukan pembayaran dalam satu sistem. Mereka tidak lagi bergantung pada sistem tertutup yang dioperasikan masing-masing penyedia layanan. Sejak aturan itu diterbitkan, bank diwajibkan menyediakan layanan pembayaran QR. Nasabah juga harus bisa melakukan pembayaran kepada pedagang yang dilayani oleh seluruh acquirer yang berpartisipasi.

Di Malaysia, sistem ini diberi nama Real-time Retail Payments Platform. Platform ini mendukung DuitNow Transfer dan DuitNow QR. Pengoperasiannya dilakukan oleh Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet).

Langkah ini diambil seiring meningkatnya penggunaan layanan transfer dana elektronik di Malaysia. Menurut Bank Negara Malaysia (BNM), mobile banking telah menjadi saluran pembayaran favorit masyarakat dan mendorong adopsi transaksi digital secara berkelanjutan. Faktanya, setiap warga Malaysia rata-rata melakukan setidaknya 1,5 transaksi pembayaran elektronik setiap hari.

"Pencapaian ini ditopang oleh infrastruktur pembayaran bersama yang berfungsi sebagai jaringan interoperabilitas yang menghubungkan rekening bank dan rekening uang elektronik nonbank, baik untuk transfer dana antar rekening maupun pembayaran kepada pedagang," tulis bank sentral Malaysia dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, QR universal ini diharapkan dapat membantu wisatawan asing yang berkunjung ke Malaysia. Mereka tidak perlu lagi repot menukar uang atau menggunakan aplikasi pembayaran yang berbeda-beda.

Di Indonesia, sistem QRIS sudah diperkenalkan lebih dulu pada 2019. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pelopor sistem pembayaran yang terintegrasi menjadi satu. Per pertengahan 2026, QRIS sudah digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia. QRIS juga telah digunakan lintas negara seperti Singapura, Malaysia, hingga Thailand. Baru-baru ini, QRIS sudah bisa dipakai di China.

Sejak November 2023, QRIS telah terintegrasi dengan SGQR Singapura. Ini memudahkan pelancong dari Indonesia untuk bertransaksi di sana tanpa harus menukar uang terlebih dahulu ke mata uang dolar Singapura.

Singkatnya, Malaysia mengadopsi pendekatan serupa dengan Indonesia dalam menyatukan sistem pembayaran QR. Langkah ini diambil untuk memudahkan transaksi digital baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Indonesia sendiri sudah lebih dulu menerapkan sistem ini dan terus memperluas jangkauannya ke berbagai negara.

pembayaran QRQRISMalaysiasistem pembayaran terintegrasidompet digitaltransaksi digitalBank Sentral Malaysia

Komentar

Memuat komentar...