Telkomsel Siapkan 465 GraPARI untuk Registrasi Biometrik
Gambar atau konten salah?
Telkomsel telah menyiapkan 465 gerai GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, hampir 3.000 petugas frontliner juga dibekali untuk mendampingi pelanggan. Ini semua dilakukan seiring dengan diterapkannya registrasi kartu SIM prabayar menggunakan data biometrik wajah.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan bahwa perusahaannya mendukung penuh implementasi Registrasi Biometrik Nasional. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman sekaligus mendukung kebijakan pemerintah.
"Telkomsel mendukung implementasi Registrasi Biometrik Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan identitas digital pelanggan sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital," kata Abdullah Fahmi pada Jumat, 10 Juli 2026.
Proses registrasi menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition. Teknologi ini dipadukan dengan data kependudukan yang berlaku. Mekanisme ini diharapkan bisa meminimalkan penyalahgunaan identitas untuk registrasi kartu SIM.
"Proses ini membantu mengurangi risiko penyalahgunaan identitas, registrasi tidak sah, maupun berbagai bentuk kejahatan digital seperti scam, phishing, dan fraud," ucap Abdullah.
Abdullah menjelaskan, bagi Telkomsel, registrasi biometrik bukan hanya soal memenuhi regulasi. Perusahaan juga ingin menghadirkan pengalaman digital yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan. Karena itu, implementasi dilakukan secara bertahap. Program percontohan atau piloting sudah dimulai sejak 2025.
Langkah bertahap ini diambil agar proses registrasi berjalan mudah dan konsisten. Kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas. Untuk mendukung implementasi di lapangan, Telkomsel menyiapkan 465 GraPARI sebagai titik layanan registrasi biometrik.
Operator seluler ini juga membekali hampir 3.000 petugas frontliner. Mereka akan mendampingi pelanggan selama proses registrasi. Termasuk bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan saat melakukan verifikasi biometrik.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan pelanggan memperoleh pengalaman yang mudah, jelas, dan nyaman, termasuk bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan langsung saat melakukan registrasi," kata Abdullah.
Pelanggan juga bisa melakukan registrasi biometrik secara mandiri. Telkomsel menyiapkan kanal digital untuk keperluan ini. Semua sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat memilih kanal yang paling sesuai dengan kebutuhannya, sembari tetap mendapatkan perlindungan identitas yang lebih kuat," ungkapnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah sejak 1 Juli 2026. Aturan terbaru pengaktifan nomor HP ini bertujuan memperkuat validasi identitas pelanggan. Kebijakan ini diharapkan bisa menekan praktik penggunaan identitas palsu, penyalahgunaan nomor seluler, hingga berbagai tindak kejahatan digital seperti penipuan, phishing, dan penyebaran spam yang memanfaatkan nomor prabayar.
Kebijakan registrasi biometrik ini merupakan langkah pemerintah untuk memperketat keamanan identitas digital. Dengan menggabungkan data kependudukan dan teknologi pengenalan wajah, diharapkan penyalahgunaan nomor prabayar bisa ditekan secara signifikan. Telkomsel, sebagai salah satu operator terbesar, telah menyiapkan infrastruktur fisik dan sumber daya manusia untuk memastikan transisi ini berjalan lancar bagi jutaan pelanggannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
