Macron Kecam Perusuh, Janji Tindakan Tegas

Lina F. · 2 min baca · 2 jam lalu · 18 dibaca
Bisik.id
Macron Kecam Perusuh, Janji Tindakan Tegas

Gambar atau konten salah?

Pada Minggu, 19 Oktober 2026, Presiden Prancis Emmanuel Macron angkat bicara soal kerusuhan yang melanda negaranya. Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, ia meminta para pengunjuk rasa untuk tetap tenang dan tidak bertindak anarkis. Sebab, aksi seperti itu bisa memicu kekacauan yang lebih luas.

Sehari sebelumnya, Sabtu, 18 Oktober 2026, ribuan orang turun ke jalan di berbagai kota Prancis. Mereka memprotes kenaikan biaya hidup, upah rendah, dan pemotongan anggaran layanan publik seperti pendidikan. Tapi unjuk rasa itu berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan di sejumlah tempat.

"Melihat gambar-gambar ini, kita semua bertanya pada diri sendiri: Apa yang ada di benak mereka? Bagaimana mungkin orang Prancis melakukan ini pada Prancis?" kata Macron dalam pidatonya. Ia melanjutkan, "Tidak ada yang bisa membenarkannya, tidak ada yang bisa menjelaskannya, tidak ada yang bisa memaafkannya. Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu."

Ribuan orang ditangkap setelah aksi tersebut. Balai kota di beberapa daerah dibakar. Toko-toko, butik barang mewah, dan supermarket dijarah. Kendaraan dan petugas polisi diserang. Bangunan-bangunan dipenuhi coretan grafiti.

Kerugian ekonomi akibat kerusuhan ini masih dihitung. Tapi beberapa pemilik usaha sudah melaporkan perkiraan kerugian yang mencapai jutaan hingga puluhan juta euro. Alexandre Bompard, CEO Carrefour, mengatakan kepada stasiun televisi BFMTV bahwa 50 toko perusahaannya rusak. Dua puluh di antaranya dijarah, menyebabkan kerugian hingga puluhan juta euro.

Menteri Perekonomian Prancis, Roland Lescure, berjanji akan mendukung para pemilik bisnis yang terdampak. Tapi ia belum merinci dukungan seperti apa yang akan diberikan. "Mereka yang merusak barang akan membayar, memperbaiki kerusakan, dan dimintai pertanggungjawaban atas niat mereka untuk menebar kekacauan," kata Lescure dalam pernyataan pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Federasi Perdagangan dan Ritel Prancis melaporkan setidaknya 1.500 toko dan pengecer rusak akibat kerusuhan. Pada Minggu pagi di Paris, warga meninjau dampak kerusuhan. Pecahan kaca berserakan di depan toko-toko desainer ternama seperti Ralph Lauren, Gucci, dan Versace.

Pemilik toko sudah keluar sejak pagi dengan sapu. Mereka memungut pecahan kaca besar sambil memulai pembersihan. Truk sampah menyusuri jalan utama untuk membersihkan puing-puing. Banyak bangunan toko dicoret-coret grafiti. Beberapa di antaranya bertuliskan "pajaki orang kaya" dan "makan orang kaya."

Seorang pemilik toko pakaian di dekat Place de la Republique mengatakan kepada BBC bahwa tokonya dijarah. Tumpukan pakaian dan perabotan berserakan di lantai. Ia melihat para penjarah di CCTV selama lebih dari satu setengah jam. Selama waktu itu, ia tidak melihat polisi sama sekali.

Kerusuhan ini menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Prancis. Pemicunya adalah ketidakpuasan publik terhadap kebijakan ekonomi yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil. Namun, aksi protes yang berujung pada perusakan dan penjarahan justru menimbulkan kerugian besar, terutama bagi para pemilik usaha kecil yang harus menanggung dampaknya langsung.

kerusuhan PrancisEmmanuel Macronunjuk rasapenjarahankerugian ekonomipemotongan anggaran

Komentar

Memuat komentar...