IHSG Sentuh Level Terendah 10 Tahun, OJK: Mulai Rebound
Gambar atau konten salah?
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, terlihat hadir di Istana Kepresidenan pada hari ini. Kehadirannya langsung menuai pertanyaan soal kondisi pasar modal yang sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh level terendah dalam satu dekade terakhir.
Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, IHSG tercatat melemah cukup dalam hingga 5,18 persen dan menyentuh angka 4.916,60. Angka ini menjadi yang terendah sejak sepuluh tahun terakhir. Namun saat ditanya soal pelemahan tersebut, Friderica yang akrab disapa Kiki itu justru menyampaikan kabar berbeda.
"Udah mulai rebound lho hari ini lho, udah lihat belum?" ucapnya singkat saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19 Oktober 2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya optimisme dari pihak regulator terhadap pergerakan pasar. Meski demikian, level IHSG saat ini masih berada di titik yang cukup rendah jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari platform trading Stockbit, posisi IHSG hari ini sebenarnya setara dengan level indeks pada tahun 2016. Saat itu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tengah menjalani tahun kedua masa kepemimpinannya. Pada 6 Juli 2015, IHSG sempat melemah 1,33 persen dan turun ke level 4.916,74.
Masih di era kepemimpinan yang sama, IHSG juga pernah mengalami pelemahan signifikan di awal masa pandemi Covid-19. Pada 12 Maret 2020, indeks saham langsung melemah 5,01 persen ke level 4.895,75. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Menariknya, level IHSG sekarang juga sebanding dengan posisi All Time High (ATH) yang pernah diraih pada era akhir kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tepatnya pada 2 April 2013, IHSG menguat 0,40 persen ke level 4.919,43. Artinya, posisi indeks saat ini berada di titik yang sama dengan pencapaian tertinggi lebih dari satu dekade lalu.
Selain Friderica, sejumlah pejabat penting lainnya juga terlihat hadir di Istana pada hari yang sama. Di antaranya adalah CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Kehadiran para pejabat ekonomi di Istana ini menjadi perhatian publik, terutama di tengah gejolak pasar yang sedang terjadi. Pergerakan IHSG yang fluktuatif tentu menjadi perhatian banyak pihak, baik pelaku pasar maupun pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia sedang menghadapi tekanan yang cukup berat, dan respons dari para pemangku kebijakan akan sangat menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Anjlok ke Bawah 5.000, Airlangga Bilang Itu Biasa
BEI Keluarkan 18% Bobot Saham dari IHSG
Danantara Yakin IHSG Pulih, Incar Beli Saham BUMN di Tengah Anjlok
BEI Wajibkan Status Afiliasi di Daftar Pemegang Saham 1%
BEI Bicara dengan MSCI, Hasilnya Dirahasiakan
IHSG Anjlok ke Level 2016, Terendah dalam Satu Dekade
