IHSG Anjlok ke Bawah 5.000, Airlangga Bilang Itu Biasa

Yanto K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
IHSG Anjlok ke Bawah 5.000, Airlangga Bilang Itu Biasa

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini terpantau merosot tajam dan sempat menembus ke bawah level 5.000. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai kondisi pasar yang sedang tertekan ini.

Menurut Airlangga, pelemahan ini merupakan hal yang lumrah terjadi. Pasar saham memang bergerak mengikuti sentimen yang berkembang. Salah satu sentimen besar yang sedang membayangi adalah pengumuman dari MSCI pada Jumat lalu, yang membuka kemungkinan klasifikasi pasar saham Indonesia berubah dari Emerging Market menjadi Stand Alone Market.

"Ya itu namanya ya naik turun tergantung pada isu sentimental," ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19 Oktober 2026).

Ia menjelaskan, pasar sedang merespons sentimen negatif sehingga pergerakan IHSG secara kumulatif menjadi minus dan jatuh ke zona merah. Namun, ia menegaskan bahwa saat ini sudah ada kebijakan baru berupa auto rejection bawah yang melindungi penurunan harga saham. Ambang batas auto rejection bawah ini diturunkan dari sebelumnya 15 persen menjadi 7 persen.

"Ya biasa kalau ada sentimen negatif kan biasa turun. Tetapi dengan ada regulasi baru auto rejection 7% kan relatif terjaga dan penutupan tadi 5.000 lebih sedikit," beber Airlangga.

Menanggapi kekhawatiran investor soal pengumuman MSCI yang berpotensi menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia, Airlangga meminta agar tidak perlu cemas. Ia mengingatkan bahwa pengumuman resmi baru akan dilakukan pada Juni 2027, atau masih sekitar delapan bulan lagi. Ia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan klasifikasi pasar tidak jadi diturunkan.

Menurutnya, MSCI saat ini hanya sekadar memberikan ancaman, padahal keputusan final mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia belum diambil.

"Kan masih bulan Juni tahun depan. Biasa dia ngancam-ngancam dikit kan," ujar Airlangga.

Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG berada di zona merah pada level 4.996,6. Angka ini menunjukkan penurunan sebanyak 188 poin atau melemah sekitar 3,64 persen secara harian.

Kondisi ini menjadi ujian bagi pasar saham domestik. Meski ada perlindungan dari auto rejection, tekanan jual yang besar tetap mampu mendorong indeks ke bawah. Keputusan MSCI pada tahun depan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar selanjutnya. Sampai saat itu tiba, fluktuasi harian seperti ini kemungkinan masih akan terus terjadi.

IHSGmerosotAirlangga HartartoMSCIklasifikasi pasarauto rejectionsentimen negatif

Komentar

Memuat komentar...