BEI Keluarkan 18% Bobot Saham dari IHSG
Gambar atau konten salah?
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah baru. Mereka memutuskan untuk mengeluarkan saham-saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi, atau yang dikenal sebagai high shareholding concentration (HSC), dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tujuannya? Membuat pasar modal Indonesia lebih transparan.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memberikan penjelasan. Saham-saham kategori HSC tidak akan lagi diperhitungkan dalam pembentukan IHSG. Sebenarnya, saham-saham ini sudah lebih dulu dikeluarkan dari beberapa indeks utama seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.
"Kami akan mengeluarkan seluruh saham High Shareholding Concentration dari Indeks Harga Saham Gabungan," kata Jeffrey tegas kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, pada 19 Oktober 2026.
Ia melanjutkan, "Bahwa saham-saham dalam high shareholding concentration itu sudah dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks flagship, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Ke depannya seluruh saham high shareholding concentration itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG."
Penting untuk dicatat: saham-saham ini tetap bisa diperdagangkan seperti biasa. Tidak ada larangan jual-beli. Yang berubah adalah pengaruhnya. Pergerakan harga saham-saham HSC tidak lagi mempengaruhi IHSG.
Mengapa ini dilakukan? Jeffrey menjelaskan, langkah ini untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar. Sebab, saham-saham HSC memiliki risiko yang tinggi.
"Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam HSC dari IHSG," tegasnya.
Berapa besar bobot saham-saham ini? Jeffrey menambahkan, saham-saham HSC memiliki bobot sekitar 18% dari IHSG. Angka yang cukup signifikan.
Apakah ini permanen? Tidak juga. Jeffrey mengatakan, saham-saham tersebut baru akan kembali menjadi konstituen IHSG setelah keluar dari kategori HSC.
"Kalau keluar dari high shareholding concentration akan masuk kembali menjadi konstituen dari IHSG," terang Jeffrey.
Berikut adalah daftar lengkap saham-saham yang masuk kategori HSC:
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
- PT Golden Flower Tbk (POLU)
- PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
- PT Bank Permata Tbk (BNLI)
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
- PT FAP Agri Tbk (FAPA)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
- PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Bank Mega Tbk (MEGA)
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
- PT Siantar Top Tbk (STTP)
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
- PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
- PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
- PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
- PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
- PT Steady Safe Tbk (SAFE)
- PT Charnic Capital Tbk (NICK)
- PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
- PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
- PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
- PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
- PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
- PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
- PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
- PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
- PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
- PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
- PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
- PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
- PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
- PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
- PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
- PT Temas Tbk (TMAS)
- PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
Kebijakan ini pada dasarnya adalah upaya BEI untuk membersihkan indeks utama dari pengaruh saham-saham yang dianggap berisiko tinggi karena konsentrasi kepemilikan yang sangat besar. Dengan mengeluarkan 18% bobot IHSG, BEI berharap indeks tersebut bisa lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, tanpa distorsi dari saham-saham yang pergerakannya bisa sangat fluktuatif. Saham-saham ini tetap bisa diperdagangkan, hanya saja pengaruhnya terhadap IHSG untuk sementara dihilangkan hingga mereka keluar dari kategori HSC.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Sentuh Level Terendah 10 Tahun, OJK: Mulai Rebound
IHSG Anjlok ke Bawah 5.000, Airlangga Bilang Itu Biasa
Danantara Yakin IHSG Pulih, Incar Beli Saham BUMN di Tengah Anjlok
BEI Wajibkan Status Afiliasi di Daftar Pemegang Saham 1%
BEI Bicara dengan MSCI, Hasilnya Dirahasiakan
IHSG Anjlok ke Level 2016, Terendah dalam Satu Dekade
