Mahfud MD Mudik Pamekasan, Nostalgia dan Silaturahmi
Gambar atau konten salah?
Mahfud MD kembali ke kampung halamannya di Pamekasan, Madura, pada 22 Maret 2026 untuk merayakan Lebaran. Ia tidak hanya beristirahat, tetapi juga memanjakan diri dengan memori masa kecil dan mempererat hubungan keluarga.
Di Bumi Gerbang Salam, ia menelusuri gang sempit, mengunjungi warung legendaris yang sudah menjadi tempat favorit sejak kecil. Di sana, ia juga membaca manaqib yang memiliki makna sakral bagi dirinya.
Di sebuah gang kecil di sebelah barat Monumen Arek Lancor, Mahfud mengunjungi Depot 'Sudi Mampir'. Warung ini terkenal pada era 1970‑an dengan es setrup kacang khas. Perpaduan santan gurih dan sirup merah manis di sini terasa seperti mesin waktu bagi Mahfud.
Keponakan Mahfud, Firman, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan permintaan khusus dari sang paman. “Itu kemarin sore (22 Maret 2026), beliau sendiri yang ngajak, sengaja datang ke Sudi Mampir, kangen suasana masa kecil katanya,” ujarnya.
Selain menikmati nostalgia, Mahfud juga melaksanakan agenda wajib mudik: ziarah kubur. Ia menuju Dusun Seccang, Desa Plakpak, untuk menunaikan shalat di makam kedua orang tuanya, H. Mahmoddin Prawiro Truno dan Hj. Chodijah.
Selanjutnya, ia mengunjungi sang bibi, Sadrini, yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun. Ia juga menghabiskan waktu bersama kakak kandungnya, Zahratun, menjaga tali silaturahmi tetap hangat.
Acara puncak keluarga berlangsung di Hotel Puteri Pamekasan pada malam hari. Di sana, Mahfud mengumpulkan keluarga besar untuk mengikuti pembacaan manaqib yang dipimpin oleh Abd Hamid Roqib Suryodirjo. Acara ini tidak hanya doa bersama, tetapi juga edukasi bagi generasi muda tentang asal‑asalan mereka.
Selama pembacaan, terungkap bahwa secara genealogis, Mahfud MD merupakan keturunan ulama besar Madura, Dhurriyah Sunan Cendana dari Kwanyar, Bangkalan, yang memiliki garis keturunan hingga Walisongo.
Rangkaian mudik ditutup dengan suasana penuh keakraban pada 23 Maret 2026. Di kediaman keluarga di Kelurahan Bugih, Mahfud menjamu sejumlah ulama dan kerabat dengan menu sarapan khas Madura seperti nasi pasar, campur, hingga kaldu yang menggugah selera.
“Sebagai penutup rangkaian kegiatan Lebaran Om Mahfud, tadi pagi dilaksanakan sarapan bersama di rumah nenek saya, dihadiri sejumlah ulama dan keluarga. Semoga seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat barokah dari Allah SWT,” pungkas Firman.
Perjalanan mudik Mahfud MD menegaskan pentingnya menjaga hubungan keluarga dan mengenang akar budaya, sekaligus menekankan nilai pendidikan sejarah bagi generasi muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Surabaya Pasang Pot Bunga di TPS Liar, Coba Hindari Sampah
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Berita Terbaru
Raphinha: Brasil kuat menyerang, butuh pertahanan Piala Dunia
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
Cucurella Siap Transfer ke Barcelona, Chelsea Tuntut
Saliba Cedera, Deschamps Pastikan Siap Piala Dunia 2026
Asus ExpertBook Ultra: Laptop Tipis Prosesor Panther Lake
