Malang Luncurkan Program 'Satu Rumah Satu Kegiatan'
Gambar atau konten salah?
Malang, 30 Maret 2026 – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mengumumkan program baru yang menargetkan setiap rumah tangga memiliki satu unit usaha. Program ini dinamakan Satu Rumah Satu Kegiatan Ekonomi dan bertujuan mengubah dapur keluarga menjadi mesin produktif.
Menurut Kepala Diskopindag, Eko Sri Yuliadi, “Negara harus hadir dengan intervensi nyata untuk menciptakan aktivitas ekonomi di setiap rumah tangga.” Ia menambahkan, “Ketiadaan pendapatan tetap di rumah tangga adalah akar dari sulitnya pemenuhan gizi dan kesejahteraan.”
Eko menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar ide. Ia sudah diimplementasikan lewat sistem bimbingan usaha mikro bernama SiBakso. Melalui platform ini, warga diajak memulai bisnis sesuai minat dan passion mereka. Diskopindag menyediakan Klinik UMKM sebagai inkubator, tempat warga belajar mengelola keuangan, pemasaran digital, dan standarisasi kualitas produk dengan bahan pangan aman.
Hasilnya sudah terlihat. Hingga kini, 42 270 pelaku usaha telah terkurasi dengan data akurat. Produk rumahan Malang kini tidak hanya bersaing di pasar nasional, tetapi juga merambah pasar global. Sekitar lima persen produk UMKM, terutama jajanan keripik, berhasil menembus pasar ekspor. “Sudah banyak UMKM kita mampu menjual produk ke pasar global dengan jajanan keripik,” kata Eko.
Keberhasilan ini, menurut Eko, secara langsung meningkatkan pendapatan per kapita daerah. Ia menegaskan, “Intervensi pemerintah dalam menghitung potensi ekonomi dan menambah peredaran uang di masyarakat adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi Kota Malang.”
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kota Malang melesat sebesar 5,92 persen pada tahun 2025, melampaui rata‑rata Jawa Timur (5,33 persen) dan nasional (5,11 persen). “Pemerintah harus turun tangan langsung dalam menghitung potensi ekonomi untuk mendongkrak pendapatan per kapita dan kuota uang yang beredar. Tujuannya jelas untuk kesejahteraan, sehingga ke depannya tidak ada lagi warga yang sulit mencari kerja atau memenuhi kebutuhan pangan dasar mereka,” tegas Eko.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, standar hidup layak masyarakat pun terus meningkat. BPS mencatat pengeluaran riil per kapita penduduk Kota Malang kini mencapai Rp 17,79 juta per tahun, naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 108.152,82 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp 67.125,46 miliar. Dari sisi produksi, sektor perdagangan memberikan kontribusi tertinggi dengan 28,50 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi rumah tangga mendominasi dengan 68,05 persen.
Dengan program ini, Diskopindag Kota Malang optimistis bahwa kemandirian finansial yang dimulai dari dapur keluarga akan menjadi benteng pertahanan ekonomi yang kokoh menghadapi fluktuasi global di masa depan.
Program ini menegaskan bahwa memperkuat ekonomi mikro di tingkat rumah tangga dapat memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan, sekaligus menurunkan risiko kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Piala Dunia 2026: Qatar–Swiss dan Brasil–Maroko di Surabaya
Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya Beroperasi Oktober
Gus War: Demonstrasi Hak, Tetap Damai, Hindari Kekerasan
Gubernur Khofifah Melantik Pengurus IKA FH Unair 2025‑2030
STPN Buka Penerimaan Taruna 2026/2027: 350 Kursi Disediakan
Garuda Muda Kalahkan Kamboja 1-0, Posisi Ketiga AFF U-19
Berita Terbaru
HKI Minta Penguatan Listrik Nasional untuk Industri
BBPOM Lakukan Pengawasan PKB 2026 Denpasar, Pastikan Aman
Piala Dunia 2026: Qatar–Swiss dan Brasil–Maroko di Surabaya
Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya Beroperasi Oktober
Surabaya: Rumah Lahir Bung Karno & Museum Tjokroaminoto
Depay Belum Fit, Koeman Pertimbangkan Brobbey untuk Jepang
XLSmart Bravo 500 Summit 2026: 500 Pihak Berkumpul di Jakarta
