Mayar Card Bantu Pisahkan Uang Perusahaan dan Pribadi

Ratna D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mayar Card Bantu Pisahkan Uang Perusahaan dan Pribadi

Gambar atau konten salah?

Sebuah kartu baru bernama Mayar Card akan segera hadir. Inovasi ini dibuat untuk membantu para pemilik bisnis memisahkan uang pribadi dan uang perusahaan. Seringkali, batas antara keduanya menjadi kabur. Mayar Card hadir sebagai jawaban atas masalah itu.

Frianto Moerdowo, selaku Direktur PT Mayar Kernel Supernova (Mayar), menjelaskan alasan di balik peluncuran ini. Menurutnya, banyak pelaku usaha di Indonesia yang kesulitan mendapatkan kartu debit atau kredit khusus untuk keperluan perusahaan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu kelemahan yang menghambat perkembangan bisnis mereka. Dari situlah ide untuk meluncurkan Mayar Card muncul.

"Melihat banyaknya kesulitan untuk mendapatkan kartu debit atau credit khusus untuk perusahaan di Indonesia, Mayar menyadari bahwa hal tersebut menjadi salah satu kelemahan bagi para pemilik bisnis dalam mengembangkan usahanya. Berangkat dari hal tersebut, Mayar memutuskan untuk meluncurkan Mayar Card pada awal kuartal empat tahun ini yang dapat diakses melalui laman resmi Mayar (mayar.id/card)," kata Frianto dalam keterangan tertulis pada Jumat, 25 September 2026.

Bagaimana cara kerja kartu ini? Pemilik bisnis nantinya bisa menggunakan Mayar Card sebagai pengganti kartu debit atau kredit biasa. Bedanya, kartu ini memiliki sistem limit dan anggaran yang jelas. Pemilik usaha bisa membuat beberapa kartu virtual sekaligus. Masing-masing kartu bisa memiliki tujuan dan anggaran yang berbeda, sesuai kebutuhan.

Setiap transaksi yang terjadi pada kartu virtual akan tercatat secara langsung. Laporan real-time ini memudahkan pengawasan. Frianto menambahkan, penggunaan kartu kredit pribadi untuk transaksi perusahaan dinilai tidak efisien dan tidak aman. Baik bagi pemilik kartu maupun bagi manajemen keuangan perusahaan itu sendiri.

"Laporan dari setiap transaksi yang berjalan pada kartu virtual, akan langsung tercatat secara real-time. Penggunaan kartu kredit pribadi untuk transaksi perusahaan juga dinilai tidak efisien dan aman, baik bagi pemilik kartu tersebut maupun bagi manajemen keuangan perusahaan itu sendiri," jelasnya.

Masalah lain yang sering dihadapi adalah kesulitan tim finance saat melakukan audit bulanan. Transaksi mencurigakan yang tidak terpantau perusahaan sering terjadi. Riwayat transaksi yang tidak lengkap juga menjadi kendala. Hal-hal inilah yang mendorong Mayar meluncurkan kartu ini.

"Ekosistem yang simple dan transparan serta aman yang dijadikan landasan utama lahirnya Mayar Card," jelas Frianto.

Mayar Card akan resmi diluncurkan pada akhir September 2026. Para pemilik bisnis bisa langsung mengakses platform Mayar Card melalui laman resmi Mayar.

"Kami harap Mayar Card bisa jadi solusi untuk teman-teman entrepreneur ya yang selama ini masih pakai kartu kredit pribadi untuk pembayaran bisnis, sehingga pencatatan keuangan bisnis semakin mudah dan rapi," ujar Frianto Moerdowo.

Rizki Adiwilaga, Finance Lead TugasAI, mengakui manfaat inovasi ini. Ia merasakan kemudahan dalam mengatur keuangan setelah beralih ke Mayar Card. "Setelah beralih ke Mayar Card untuk manajemen keuangan bisnisnya, terasa sangat signifikan, dengan 38% turunnya pengeluaran tak terduga dibandingkan periode sebelum menggunakan Mayar Card," tutupnya.

Mayar Card pada dasarnya adalah alat untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Dengan sistem limit dan pencatatan real-time, kartu ini mencoba menjawab masalah audit dan pengeluaran tak terduga yang sering dihadapi pemilik usaha kecil dan menengah. Angka penurunan pengeluaran tak terduga sebesar 38% yang disebutkan oleh Rizki Adiwilaga menjadi salah satu indikasi bahwa pemisahan keuangan semacam ini bisa berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional.

Mayar Cardkartu bisnispemisahan keuanganlimit anggaranpencatatan real-timepengeluaran tak terdugaaudit keuangan

Komentar

Memuat komentar...