Media Bayar Rp418 Miliar Tutup Gugatan Breathitt
Gambar atau konten salah?
Platform media sosial terbesar di dunia setuju membayar uang damai sejumlah USD 27 juta atau Rp 418 miliar untuk menutup gugatan yang diajukan oleh distrik sekolah pedesaan di Breathitt County, Kentucky. Gugatan ini menuduh beberapa platform sosial berperan dalam menciptakan krisis kesehatan mental remaja melalui sifat adiktifnya.
Meta, pemilik Instagram dan Facebook, menjadi perusahaan pertama yang mengumumkan pembayaran sebesar USD 9 juta atau Rp 160,6 miliar. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki bisnis serupa, menurut dokumen yang dirilis berdasarkan undang‑undang keterbukaan informasi negara bagian. Snap Inc dan TikTok masing‑masing menanggung biaya USD 8 juta atau Rp 142,7 miliar. Google, yang mengelola YouTube, menanggung biaya lebih kecil setelah negosiasi, yakni USD 2 juta atau Rp 35,6 miliar.
Yang menonjol, Google menjadi satu-satunya perusahaan yang setuju menyediakan program pelatihan bagi guru di distrik tersebut. Program ini bertujuan membantu pendidik menggunakan produk video Google dengan lebih efektif di ruang kelas. Kesepakatan ini diumumkan pada 01 Mei 2026, namun belum mencantumkan rincian keuangan secara rinci. Dengan kesepakatan ini, perusahaan-perusahaan tersebut dapat menghindari persidangan pertama yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026 di pengadilan federal di Oakland, California.
Namun, penyelesaian ini tidak menutup kemungkinan gugatan lain. Lebih dari 1.300 distrik sekolah di negara bagian tersebut masih menunggu persidangan, dengan jadwal berikutnya pada 01 Februari 2027. Penyelesaian di Breathitt County menandakan bahwa raksasa teknologi ini terbuka untuk penyelesaian massal dengan distrik sekolah yang tersisa. Bloomberg Intelligence memperkirakan total biaya tuntutan hukum ini dapat mencapai USD 400 juta. Dalam pernyataan tertulis, perusahaan-perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka telah menyelesaikan kasus ini secara damai dan akan terus berinvestasi dalam pengamanan yang lebih kuat bagi pengguna mereka.
Kesepakatan ini menyoroti langkah-langkah konkret yang diambil oleh perusahaan media sosial untuk mengatasi tuduhan dampak negatif pada kesehatan mental remaja, sekaligus membuka jalan bagi penyelesaian lebih luas di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
