Menteri Amran Siapkan Solusi Atasi Anjloknya Harga Telur

Jaka M. · 2 min baca · 1 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
Menteri Amran Siapkan Solusi Atasi Anjloknya Harga Telur

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akhirnya angkat bicara soal harga telur yang anjlok. Keluhan dari para peternak sudah sampai ke telinganya. Beberapa langkah pun disiapkan untuk menangani masalah ini.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Amran meminta program ini menyerap telur langsung dari peternak. Ia mengaku sudah membicarakan hal ini dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami minta ada beberapa solusi untuk telur. Pertama, MBG menyerap, kami sudah bicara dengan Kepala BGN," kata Amran dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Selasa 27 Oktober 2026.

Untuk jangka panjang, pemerintah berencana membangun pabrik pengolahan tepung telur. Amran mengatakan sudah berbicara dengan Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, soal ini.

"Kami sudah bicara dengan Pak Dony langsung. Nanti mungkin melalui ID Food," tambah Amran.

Langkah cepat juga disiapkan. Amran meminta BUMN Pangan, Perum Bulog, dan ID Food segera menyerap telur dari peternak. Nilainya sekitar Rp 30 miliar.

"Untuk darurat, kami minta ID Food dengan Bulog menyerap, nilainya katanya Rp 30 miliar, itu enggak masalah. Bulog sanggup dengan ID Food, jadi kami minta bergerak mulai sekarang. Ini darurat," tegasnya.

Dalam rapat koordinasi kemitraan jagung pakan yang dihadiri lebih dari 1.000 peternak, seorang perwakilan peternak mengadu langsung ke Amran. Ia mengeluhkan harga telur yang terus jatuh. Peternak itu meminta pemerintah menyerap telur mereka lewat program bantuan pangan.

"Hari ini kami sedang tertatih-tatih di harga telurnya, Pak. Mudah-mudahan bapak berkenan, matur ke Bapak Presiden ada bantuan pangan yang bisa menyerap telur hari ini. Karena apa, Pak? Sudah 7 bulan kami terpuruk ini," ujar perwakilan peternak itu.

Masalah lain yang dikeluhkan adalah harga pakan yang tinggi. Penyebabnya adalah kenaikan harga bahan baku soybean meal (SBM) dari pabrik. Peternak berharap pemerintah memberi subsidi agar beban operasional mereka berkurang.

"Saya tanya kepada pabrik kenapa harga naik? katanya SBM yang ditawarkan ke pabrik juga naik. Kami berharap kepada pak mentan agar peternak rakyat ini kalau ke pabrik lebih tinggi mudah-mudahan ada subsidinya. Katakanlah subsidinya Rp 1.000 kali 300 ribu ton ketemunya Rp 30 miliar atau Rp 300 miliar tidak masalah bagi Pak Mentan hal sepele," tambahnya.

Para peternak sudah tujuh bulan terakhir berada dalam tekanan. Harga telur yang rendah dan biaya pakan yang tinggi membuat mereka kesulitan. Pemerintah diharapkan bergerak cepat sebelum kondisi semakin parah.

harga telur anjlokpeternakprogram MBGpenyerapan telurpabrik tepung telursubsidi pakan

Komentar

Memuat komentar...