Menteri Arifatul Lihat Kebun Rumah Tangga RW 06 Pemerintah

Agus P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Arifatul Lihat Kebun Rumah Tangga RW 06 Pemerintah

Gambar atau konten salah?

Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengunjungi RW 06 Kelurahan Cikalang pada 18 Juni 2026. Ia menyoroti potensi hasil pertanian rumah tangga yang bisa masuk ke dapur MBG. SPPG dapat membeli sayuran seperti selada, pakcoy, kangkung, dan lain‑lain, menambah penghasilan ibu‑ibu dan mendukung program pemberdayaan perempuan.

"Bisa (memasok SPPG), jadi yang kebun KWT (Kelompok Wanita Tani) ini, kalau di lingkungannya sudah tercukupi, kemudian masih banyak, harapan Pak Presiden itu disampaikan ke koperasi, sehingga koperasi nanti yang menyampaikan (menjual) ke masyarakat atau dapur MBG. Jadi berputar di desa menguatkan ekonomi di tingkat desa," kata Arifatul usai berkunjung ke Lingkungan RW 06 Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, Kamis (18 Juni 2026).

Di RW 06, ibu‑ibu aktif menanam sayuran di pekarangan rumah. Mereka tidak hanya menggunakan lahan kosong, tapi juga galon atau ember bekas. Aktivitas ini membuat sebagian ibu jarang membeli sayuran di pasar, sehingga membantu perekonomian rumah tangga dan menurunkan tekanan inflasi.

"Keren banget, dimana perempuan‑perempuannya bergerak untuk penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga. Aneka tanaman ditanam disana, ada ternak lele ada ternak ayam," kata Arifatul.

"Di RW 06 ini mereka sudah jarang membeli sayuran lagi, karena sudah tercukupi. Inilah yang dikehendaki oleh Bapak Presiden Prabowo, kita mandiri di lingkungan masing-masing. Jadi kalau desanya kuat, kecamatan kuat, kotanya akan kuat dan bangsa juga akan kuat," kata Arifatul.

Harniwan, seorang pemuda Kecamatan Tawang, menyatakan dukungannya terhadap wacana menjual hasil KWT ke SPPG. Ia mengatakan, "Memang volume hasil produksi KWT masih terbatas. Tapi kalau memang niat, Dapur MBG bisa menampung seadanya, sisanya baru mereka cari ke bandar atau pedagang sayuran besar,".

Menurut Harniwan, koordinasi yang baik dapat membuat hasil pertanian ibu‑ibu menjadi signifikan, terutama bila masa tanam dan panen dilakukan serentak. Ia menambahkan, "Asal ada jadwal panen serentak, saya kira bisa. Misalnya selada bokor, satu rumah 4 ikat, kalau 100 rumah kan sudah 400 ikat,".

Selain RW 06, Arifatul juga meninjau SDN Hegarsari di Kecamatan Mangkubumi dan Sekolah Rakyat 41 di Tasikmalaya. Ia terlihat berinteraksi dengan anak‑anak yang sedang menikmati MBG, menekankan pentingnya gizi bagi masa depan Indonesia 2045.

"Saya kunjungan ke sekolah melihat anak-anak makan MBG, saya lihat mereka semangat. Program MBG ini menyiapkan anak-anak kita menjadi anak berkualitas karena secara gizi terpenuhi untuk Indonesia 2045," kata Arifatul.

Selanjutnya, ia mengunjungi Sekolah Rakyat (SR) dan terharu mendengar cerita guru tentang perubahan semangat anak‑anak yang sebelumnya tidak memiliki harapan. Ia mengatakan, "Kemudian saya ke SR, terharu kalau tadi mendengar apa yang disampaikan guru, bahwa anak-anak yang tadinya tidak punya harapan ke depan mau seperti apa, mereka tidak punya harapan untuk sekolah, ketika ada SR, mereka jadi anak yang punya semangat,".

Berbicara tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, Arifatul menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya bertindak sebagai pemadam kebakaran. Ia menilai perlu langkah strategis untuk menekan kasus tersebut dari akar, yaitu keluarga.

"Kita tidak ingin jadi pemadam kebakaran, setiap ada kasus diselesaikan. Kita ingin menyelesaikan dari hulu, yaitu keluarga. Kalau keluarga sudah kuat, anak-anak juga sudah kuat, mungkin kekerasan itu secara signifikan akan berkurang," kata Arifatul.

Dengan pendekatan ini, Arifatul berharap program pemberdayaan perempuan dapat memperkuat ekonomi desa, mengurangi ketergantungan pada pasar, dan menurunkan risiko kekerasan di lingkungan keluarga.

Pengabdian Arifatul menunjukkan bahwa dukungan terhadap pertanian rumah tangga dan pendidikan gizi dapat memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial di tingkat desa, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mandiri di lingkungan masing-masing.

Pemberdayaan PerempuanRW 06 Kelurahan CikalangSPPGMBGKWTKetahanan PanganPerekonomian DesaKekerasan Terhadap Perempuan

Komentar

Memuat komentar...