Menteri Keuangan Koordinasi BGN, MBG Disusun Ulang 1 Bulan

Fandi R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Keuangan Koordinasi BGN, MBG Disusun Ulang 1 Bulan

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan akan melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengenai efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencana pertemuan tersebut dijadwalkan pada minggu ini.

“Oh, nanti minggu ini. Kemarin mau datang, tetapi nggak jadi karena dipanggil Presiden,” ujar Purbaya setelah rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada hari Senin, 15 Juni 2026.

Ketika ditanya tentang detail efisiensi, Purbaya menjelaskan bahwa pertemuan belum tentu membahas hal tersebut. Menurutnya, Kepala BGN hanya melakukan pertemuan biasa. “Belum tentu efisiensi, dia mau ketemu saja,” tambahnya.

Program MBG telah mengalami pemborosan dana sekitar Rp 1 triliun per bulan. Penyebabnya adalah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jauh melebihi target. SPPG berfungsi sebagai dapur distribusi makanan bagi anak sekolah.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), program MBG menargetkan pembangunan hingga 21.000 titik SPPG. Namun, data terbaru menunjukkan sudah ada 27.877 titik SPPG.

“Kalau ada 6.877 penambahan, kalau Rp 6 juta satu hari, satu bulan ada pengeluaran lebih dari Rp 1 triliun, pemborosan. Berarti kalau satu tahun berapa itu? Rp 12 triliun. Ini yang perlu penataan untuk ditata agar bisa diperbaiki dan diselesaikan,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantor pusatnya, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 11 Juni 2026.

Selain itu, Zulhas menambahkan bahwa masalah pembengkakan jumlah titik SPPG juga terjadi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Dari target awal sekitar 2.000 titik, kini membengkak menjadi 8.617 titik. “3T itu di data ada 2.000 titik, tetapi kemudian membengkak menjadi 8.617 titik dan 6.138 titik itu sudah ada SK-nya dari BGN,” jelasnya.

Berangkat dari data tersebut, pemerintah melalui BGN dan lembaga terkait berencana menata ulang pelaksanaan program MBG agar lebih efisien. Targetnya adalah pengaturan ulang program prioritas Presiden Prabowo Subianto selesai dalam satu bulan ke depan. “Nah ini juga akan jadi masalah, ini yang akan diselesaikan. Maka perlu waktu kira-kira satu bulan untuk menata ini kembali,” pungkas Zulhas.

Program MBG, yang bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah, kini berada di tengah proses evaluasi dan restrukturisasi. Penataan ulang ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan efektivitas distribusi makanan bagi siswa di seluruh Indonesia.

Menteri KeuanganBadan Gizi NasionalMakan Bergizi GratisSPPGPemborosan danaEfisiensi anggaran3T

Komentar

Memuat komentar...