Menteri Pendidikan: Gawai untuk Belajar, Hindari Judi
Gambar atau konten salah?
Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, berbicara di SMP Negeri 2 Depok pada Senin, 30 Maret 2026 saat upacara bendera. Ia menegaskan pentingnya penggunaan teknologi yang bijak di kalangan pelajar.
“Jangan habiskan waktu berselancar di dunia maya yang tidak ada manfaatnya Gunakan teknologi untuk mendukung keberhasilan studi Anda,” kata Mu'ti. Ia menekankan bahwa smartphone dan perangkat lain harus dimanfaatkan untuk belajar, bukan hanya hiburan.
Selanjutnya, Menteri mengajak siswa untuk memelihara minat pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. “Kita semua tentu harus menjadi generasi yang senantiasa mengikuti dinamika perkembangan teknologi karena dunia masa depan adalah dunia yang ditentukan oleh mereka yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, terutama adalah bidang-bidang yang berkaitan dengan sains, teknologi, engineering, math atau matematika,” katanya. Menurutnya, pemahaman tentang STEM akan menyiapkan generasi muda untuk tantangan pembangunan negara.
Ia juga menekankan pentingnya menggunakan gawai untuk mengasah bakat. “Bagaimana agar kegiatan-kegiatan kita sehari-hari termasuk penggunaan gawai dan sejenisnya adalah penggunaan yang bertanggung jawab? Gunakan teknologi untuk pengembangan bakat,” serunya. Dengan cara ini, siswa dapat belajar disiplin dan mengatur kebiasaan baik. “Dan gunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat Ini semua penting sehingga self-discipline, disiplin diri itu adalah kunci untuk kalian maju,” ungkap Mu'ti.
Di tengah pembicaraan, Menteri mengingatkan tentang risiko judi online dan narkoba. “Hindari hal-hal yang dapat merusak diri anda sebagai anak kandung bangsa, misalnya jangan sampai Anda terpengaruh judi online, narkoba dan sejenisnya. Karena, begitu Anda semua terkena narkoba, yang rusak adalah fisik Anda, otak Anda, tidak akan dapat bekerja dengan baik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan teman, menghormati guru, dan orang tua. “Hindari semua bentuk kekerasan, baik kekerasan yang berupa perkataan kekerasan yang berupa perbuatan dan tindakan. Karena itu semua hanya akan merugikan kalian semuanya. Jadilah generasi yang memiliki kesantunan dan akhlak mulia,” ajak Mu'ti.
Perlu dicatat bahwa kebijakan PP Tunas yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun juga menjadi latar belakang ajakan Menteri. Ia berharap siswa dapat memanfaatkan gawai secara produktif, mengembangkan bakat, dan menumbuhkan disiplin diri.
Dalam keseluruhan pidato, Abdul Mu'ti menekankan bahwa teknologi, bila digunakan dengan benar, dapat menjadi alat pendukung studi, pengembangan bakat, dan pembentukan karakter. Ia mengajak semua pelajar untuk bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digital, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan dan akhlak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
