Messi dan Yerba Mate, Tradisi Minum yang Penuh Cerita
Gambar atau konten salah?
Lionel Messi, bintang sepak bola asal Argentina, dikenal luas sebagai penggemar berat yerba mate. Minuman seduhan khas Amerika Selatan ini memiliki cerita unik, mulai dari proses pembuatannya yang panjang hingga manfaat kesehatan yang dikandungnya. Messi sendiri, yang kini berusia 39 tahun, menjalani latihan fisik ketat dan pola makan yang sangat terstruktur. Dalam diet hariannya, ia mengandalkan lima pilar utama: air putih yang cukup, biji-bijian utuh sebagai sumber karbohidrat kompleks, serta beragam buah dan sayuran.
Di luar lapangan, Messi hampir selalu terlihat dengan cangkir kecil berisi yerba mate. Kedekatannya dengan minuman ini sudah terlihat sejak lama. Setelah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, Messi mengunggah foto dirinya berbaring bersama trofi emas sambil menggenggam secangkir mate. Kebiasaan ini berlanjut hingga ia bermain untuk Inter Miami. Kamera kerap menangkap momen Messi menikmati minuman yang sama, baik sebelum maupun saat pertandingan berlangsung.
Lantas, apa sebenarnya yerba mate itu? Minuman ini bukanlah teh biasa. Teh pada umumnya berasal dari tanaman Camellia Sinensis, tetapi yerba mate berasal dari tanaman Ilex Paraguariensis. Ivan Arias Diaz, perwakilan merek yerba mate 'Taragui', pernah menjelaskan dalam acara diplomatik Indonesia-Argentina bahwa tanaman ini hanya bisa tumbuh di Amerika Selatan. "Di tempat menanam tumbuhan ini ada sungai di bawahnya, itu tempat khusus menanam yerba mate. Kalau mau ditanam di tempat lain nggak bisa, udah banyak negara yang coba tapi nggak bisa," ujar Ivan.
Proses dari tanaman Ilex Paraguariensis hingga menjadi minuman seduh memakan waktu hingga delapan tahun. Semuanya dimulai dari pembibitan yang dilakukan secara manual untuk memilih bibit terbaik. Setelah itu, butuh waktu enam tahun hingga tanaman siap memasuki musim panen. Bagian yang dipanen adalah daun dan rantingnya.
Kemudian, daun dan ranting tersebut melewati proses pengeringan menggunakan dua oven. Oven pertama bersuhu 300 derajat Celcius selama satu menit. Oven kedua bersuhu 100 derajat Celcius hingga benar-benar kering. "Proses pengeringan ini bisa memakan waktu satu hari," kata Ivan.
Setelah kering, ada proses aging atau penuaan yang memakan waktu dua tahun. Proses inilah yang memberikan cita rasa berasap yang khas pada yerba mate. Terakhir, daun, ranting, dan bubuk ditumbuk dalam proses penggilingan. Baru setelah itu yerba mate siap diseduh dan dinikmati.
Cara meracik yerba mate juga memiliki tradisi tersendiri. Masyarakat Argentina biasanya menggunakan wadah dari cangkang labu kering. Mereka juga menggunakan sedotan logam yang disebut bombilla, yang di bagian bawahnya dilengkapi saringan. Cara meraciknya dimulai dengan mengisi tiga perempat gelas dengan yerba mate. Gelas kemudian ditutup dengan telapak tangan dan dikocok secara terbalik. Bubuk halus yang menempel di telapak tangan harus dibuang karena dapat membuat rasa minuman menjadi pahit.
Setelah itu, gelas dimiringkan 45 derajat. Air hangat dituangkan sedikit demi sedikit. Sedotan bombilla dimasukkan dengan posisi saringan berada di bawah yerba mate. "Lalu tambahkan air hangat lagi sampai penuh. Posisi sedotan di bawah yerba mate ini untuk menghindari rasa pahit yang berlebih. Nanti kalau airnya habis bisa ditambah lagi dan bisa dinikmati lagi," tutur Ivan.
Tradisi minum yerba mate di Argentina biasanya dilakukan bersama-sama. Orang-orang duduk melingkar, dan seorang pelayan akan menyiapkan yerba mate di wadah cangkang labu. Minuman ini diminum secara bergantian menggunakan satu sedotan hingga habis. Jika seseorang mengucapkan terima kasih, itu berarti ia sudah cukup dan tidak ingin minum lagi. Tradisi ini bukan sekadar menikmati minuman, melainkan melambangkan kebersamaan, persahabatan, dan saling berbagi. Namun, pandemi COVID-19 mungkin telah mengubah kebiasaan minum bergantian ini.
Yerba mate biasanya dipadukan dengan kue manis khas Argentina. Ivan menyebutkan bahwa salah satu dessert yang cocok adalah black alfajores. Rasa yerba mate sendiri agak pahit. Yerba mate yang terbuat dari campuran daun, batang, dan bubuk rasanya tidak terlalu kuat. Berbeda dengan yerba mate yang hanya terbuat dari daun. "Kalau dari daun saja, rasanya lebih strong lagi," ujar Ivan. Selain itu, ada aroma asap ringan yang muncul ketika wadah diisi air berulang kali.
Dari segi kandungan, yerba mate mengandung kafein, sama seperti teh dan kopi. Namun, kadar antioksidan di dalamnya jauh lebih tinggi. Minum yerba mate dipercaya dapat meningkatkan sistem imun dan daya tahan tubuh. Manfaat lainnya termasuk mencegah obesitas, menurunkan berat badan, mencegah kanker, hingga menjaga kesehatan jantung.
Singkatnya, yerba mate bukan sekadar minuman pengiring bagi Messi. Ia adalah bagian dari tradisi panjang yang melibatkan proses budidaya rumit, ritual penyajian khusus, dan nilai kebersamaan yang kuat. Kandungan antioksidannya yang tinggi juga menjadikannya lebih dari sekadar pelepas dahaga, setidaknya menurut klaim para penggemarnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luhut Akui Program Makan Gratis Terlalu Tergesa-gesa
Tio Pakusadewo Pulih, Cegukan Tanda Jantung Bermasalah
15,6% Warga Malaysia Mengidap Diabetes, Banyak Tak Sadar
Menkes Peringatkan: 4 Sendok Kecap Manis Bisa Lampaui Batas Garam Harian
5 Makanan Sarapan yang Justru Berbahaya, Kata Ahli Gizi
Satu dari Enam Warga Malaysia Kena Diabetes, Obesitas Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Australia Kandas dari Mesir, Asia Tamat di Piala Dunia
BMKG: Way Kanan Satu-satunya Wilayah Lampung Diguyur Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Bali 4 Juli: Cerah, Bangli Berawan, Suhu 15-31°C
Argentina Waspadai Cape Verde di Babak 32 Besar
Scaloni Peringatkan Argentina Jangan Jemawa
Postecoglou Resmi Latih Al Nassr Gantikan Jorge Jesus
Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
Feng Shui 4 Juli 2026: Ramalan Elemen Api dan Panduan Hari
