Mojokerto Luncurkan Tangguh Rek! dan Mojomandala Resiliensi
Gambar atau konten salah?
Tangguh Rek! merupakan tagline baru yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Tujuannya menumbuhkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan situasi sulit lainnya.
Akronim Tangguh Rek! berasal dari “Tanggap Tangkas Unggul Harmoni untuk Resiliensi Berkelanjutan”. Kata ini mengekspresikan semangat kesiapsiagaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Peluncuran resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr Muhammad Rizal Oktavian, di ruang cerdas Satya Bina Karya (SBK). Acara berlangsung pada hari Jumat, 12 Juni 2026, di mana berbagai pejabat dan masyarakat hadir.
Rinaldi Rizal Sabirin, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, menjelaskan bahwa Tangguh Rek! menjadi semangat baru untuk meningkatkan resiliensi warga. Ia menegaskan, “Harapannya dengan tagline Tangguh Rek! ini bisa menjadi persepsi positif warga Kabupaten Mojokerto, tidak hanya tangguh dalam menghadapi bencana, tapi juga dalam menghadapi segala kondisi ketidakpastian saat ini.”
Melalui tagline ini, pemerintah berencana meluncurkan berbagai program. Di antaranya terbentuknya Tim Resiliensi Kabupaten Mojokerto, pelaksanaan edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan, serta peningkatan infrastruktur teknologi informasi melalui Aplikasi Mojomandala.
Rinaldi menambahkan, “Tangguh Rek! ini mengedepankan semangat kolaborasi, sinergi dan komunikasi efektif berbagai stakeholder. Fokus kami sekarang meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat. Jadi, pengetahuan masyarakat dulu yang harus ditingkatkan, lebih kepada mempersiapkan.”
Aplikasi Mojomandala terintegrasi dengan Super App Mojosakti milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Aplikasi ini menampilkan alat pantau sensor banjir di sepuluh sungai dan tanah longsor di empat titik rawan.
BPBD telah memasang sistem peringatan dini di lokasi-lokasi yang pernah atau berpotensi mengalami bencana. Sistem ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir dan tanah longsor. Selain itu, Mojomandala menyajikan data jumlah bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, gempa bumi, erupsi gunung api, serta bencana nonalam di Kabupaten Mojokerto.
Rinaldi menekankan, “Selain di aplikasi muncul alarm waspada atau bahaya, di desa yang biasa terdampak juga bunyi alarm peringatan kalau terjadi bencana.” Aplikasi ini mendukung tindakan cepat dan tepat oleh Tim Respons Cepat (TRC).
Dengan peluncuran Tangguh Rek! dan aplikasi Mojomandala, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap masyarakat menjadi lebih siap menghadapi bencana dan situasi tak terduga. Inisiatif ini menandai langkah konkret menuju resiliensi yang lebih kuat di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
