Mojokerto Luncurkan Tangguh Rek! dan Mojomandala Resiliensi

Ningsih R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mojokerto Luncurkan Tangguh Rek! dan Mojomandala Resiliensi

Gambar atau konten salah?

Tangguh Rek! merupakan tagline baru yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Tujuannya menumbuhkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan situasi sulit lainnya.

Akronim Tangguh Rek! berasal dari “Tanggap Tangkas Unggul Harmoni untuk Resiliensi Berkelanjutan”. Kata ini mengekspresikan semangat kesiapsiagaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Peluncuran resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr Muhammad Rizal Oktavian, di ruang cerdas Satya Bina Karya (SBK). Acara berlangsung pada hari Jumat, 12 Juni 2026, di mana berbagai pejabat dan masyarakat hadir.

Rinaldi Rizal Sabirin, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, menjelaskan bahwa Tangguh Rek! menjadi semangat baru untuk meningkatkan resiliensi warga. Ia menegaskan, “Harapannya dengan tagline Tangguh Rek! ini bisa menjadi persepsi positif warga Kabupaten Mojokerto, tidak hanya tangguh dalam menghadapi bencana, tapi juga dalam menghadapi segala kondisi ketidakpastian saat ini.”

Melalui tagline ini, pemerintah berencana meluncurkan berbagai program. Di antaranya terbentuknya Tim Resiliensi Kabupaten Mojokerto, pelaksanaan edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan, serta peningkatan infrastruktur teknologi informasi melalui Aplikasi Mojomandala.

Rinaldi menambahkan, “Tangguh Rek! ini mengedepankan semangat kolaborasi, sinergi dan komunikasi efektif berbagai stakeholder. Fokus kami sekarang meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat. Jadi, pengetahuan masyarakat dulu yang harus ditingkatkan, lebih kepada mempersiapkan.”

Aplikasi Mojomandala terintegrasi dengan Super App Mojosakti milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Aplikasi ini menampilkan alat pantau sensor banjir di sepuluh sungai dan tanah longsor di empat titik rawan.

BPBD telah memasang sistem peringatan dini di lokasi-lokasi yang pernah atau berpotensi mengalami bencana. Sistem ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir dan tanah longsor. Selain itu, Mojomandala menyajikan data jumlah bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, gempa bumi, erupsi gunung api, serta bencana nonalam di Kabupaten Mojokerto.

Rinaldi menekankan, “Selain di aplikasi muncul alarm waspada atau bahaya, di desa yang biasa terdampak juga bunyi alarm peringatan kalau terjadi bencana.” Aplikasi ini mendukung tindakan cepat dan tepat oleh Tim Respons Cepat (TRC).

Dengan peluncuran Tangguh Rek! dan aplikasi Mojomandala, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap masyarakat menjadi lebih siap menghadapi bencana dan situasi tak terduga. Inisiatif ini menandai langkah konkret menuju resiliensi yang lebih kuat di wilayah tersebut.

Tangguh Rek!ResiliensiBPBD MojokertoMojomandalaKesiapsiagaanBanjirTanah longsor

Komentar

Memuat komentar...