Bellingham dan Rogers Bersaing Titik Tengah Timnas Inggris
Gambar atau konten salah?
Jude Bellingham tidak keberatan bersaing dengan Morgan Rogers untuk satu posisi di Timnas Inggris. Ia bersikap tenang, siap melawan tanpa merusak hubungan baiknya dengan mantan rekan satu timnya.
Pelatih Thomas Tuchel sudah jelas: tidak ada jaminan bahwa Bellingham akan menjadi pilihan utama menjelang Piala Dunia 2026. Tuchel menegaskan bahwa Bellingham harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat di barisan tiga Singa. “Ya, dia (berjuang untuk mendapatkan tempat). Dia salah satu pemain inti, dia tahu itu, tetapi ada 14, 15 pemain inti potensial,” ujar Tuchel.
Di sisi lain, Morgan Rogers dapat menempati posisi di belakang ujung tombak, sama seperti Bellingham. Keduanya diperkirakan akan bersaing untuk satu tempat di belakang penyerang utama, Harry Kane. Rogers memiliki performa terbaik musim ini, mencatat 14 gol dan 12 assist bersama Aston Villa. Sementara Bellingham di Real Madrid masih menurun, hanya 8 gol dan 5 assist pada musim 2025/2026.
Bellingham menyatakan bahwa ia siap bersaing sehat dengan Rogers. Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Rogers tetap baik meski harus bersaing di lapangan. “Dia bisa agak berisik. Kami sering berdebat yang berujung pertengkaran. Tapi jujur saja, kami akur seperti saudara,” kata Bellingham.
Ia juga menyoroti sikap manajer yang sudah sangat jelas berkali-kali saat berbicara bahwa mereka bersaing untuk posisi yang sama. “Saya tahu itu sudah sedikit mereda sekarang karena dia melihat saya bermain di lebih banyak posisi dan Morgs juga bermain di lebih banyak posisi, tetapi jujur saja saya tidak punya perasaan buruk ketika dia bermain dan saya tidak bermain,” jelasnya.
Persaingan ini mencerminkan dinamika Timnas Inggris, di mana beberapa pemain memiliki potensi serupa. Bellingham, dengan rekam jejaknya di Real Madrid, dan Rogers, dengan performa gemilang di Aston Villa, keduanya bersiap menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kompetisi ini diharapkan akan memacu kedua pemain untuk terus meningkatkan kualitas permainan mereka, sekaligus menambah kedalaman skuad menuju Piala Dunia 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
