Munas IV AFPI Tuntaskan, Kuseryansyah Pimpin Fintech P2P Lending
Gambar atau konten salah?
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV. Ini adalah forum tertinggi dalam organisasi mereka. Acara ini menjadi wadah untuk menyampaikan laporan kepengurusan periode 2023-2026 sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.
Munas IV AFPI mengusung tema 'Bersama Melanjutkan Perjalanan, Menentukan Arah ke Depan'. Tema ini dipilih untuk memperkuat kesinambungan organisasi di tengah industri Pinjaman Daring (Pindar) yang terus berubah dengan cepat.
Adief Razali, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan pandangannya. Menurutnya, Munas IV AFPI sangat penting dan strategis. Acara ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat industri Pindar ke depannya.
Munas bukan sekadar forum untuk memilih pengurus baru. Ini juga saat yang tepat untuk konsolidasi industri, mengevaluasi perjalanan yang sudah ditempuh, dan merumuskan arah pengembangan industri Pindar agar lebih sehat, berintegritas, dan berkelanjutan.
"AFPI memiliki peran yang sangat penting sebagai wadah asosiasi industri. OJK mengharapkan AFPI dapat terus menjalankan fungsi sebagai mitra strategis dan konstruktif dalam mendukung penguatan standar industri, peningkatan kualitas tata kelola, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan disiplin pasar yang sehat dan bertanggung jawab," ujar Adief dalam keterangannya, Selasa 06 Oktober 2026.
Entjik S. Djafar, Ketua Umum AFPI periode 2023-2026, mengatakan Munas adalah bagian penting dari tata kelola organisasi. Tujuannya memastikan proses evaluasi, regenerasi, dan penentuan arah strategis berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan.
"Munas bukan hanya menjadi forum untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan selama satu periode kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk menentukan prioritas dan arah pengembangan organisasi selanjutnya. Setiap periode memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan mempertanggungjawabkan mandat yang telah diberikan," kata Entjik.
Selama periode 2023-2026, AFPI menjalankan berbagai program dan inisiatif. Semua itu untuk memperkuat fondasi industri Pindar dan mendukung terciptanya ekosistem yang bertanggung jawab.
Munas IV AFPI menandai dimulainya periode kepengurusan baru. Ini juga menjadi momentum bagi AFPI untuk melanjutkan fondasi organisasi yang sudah dibangun sebelumnya. Kepemimpinan baru diharapkan bisa menjaga kesinambungan program dan mandat organisasi, sambil menghadirkan inovasi dan pendekatan baru sesuai perkembangan industri Pindar.
Kuseryansyah terpilih sebagai Ketua Umum AFPI untuk periode 2026-2029. Ia menyampaikan kepemimpinan baru akan melanjutkan berbagai hal positif yang sudah dibangun. Namun, ia juga membuka ruang untuk penyempurnaan dan perubahan yang diperlukan.
Menurut Kuseryansyah, penguatan tata kelola, advokasi kebijakan, data dan informasi, serta kolaborasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan AFPI ke depan.
"Kami ingin memastikan AFPI terus menjadi rumah bersama bagi industri Pindar. Karena itu, penguatan tata kelola, advokasi yang konstruktif, pengelolaan data dan informasi, serta kolaborasi dengan regulator dan ekosistem akan terus kami dorong. Di saat yang sama, kami ingin membawa program dan semangat baru yang dapat menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang," ungkap Kuseryansyah.
Kuseryansyah juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan AFPI periode 2023-2026. Mereka sudah menjalankan mandat organisasi dan membangun berbagai fondasi bagi keberlanjutan asosiasi. Ia menegaskan pergantian kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi. Kesinambungan mandat dan kepentingan bersama industri tetap menjadi perhatian utama.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Entjik S. Djafar beserta seluruh jajaran pengurus atas kontribusi dan fondasi yang telah dibangun selama periode kepengurusan sebelumnya. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian penting dari perjalanan AFPI dan akan menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah ke depan," pungkasnya.
Industri pinjaman daring di Indonesia terus berkembang. Peran asosiasi seperti AFPI menjadi krusial dalam menjaga standar dan tata kelola. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa angin segar tanpa meninggalkan fondasi yang sudah kuat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
