Munas-Konbes NU di Kediri: UMKM, Kuliner, Sejarah dan Tradisi

Bayu K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Munas-Konbes NU di Kediri: UMKM, Kuliner, Sejarah dan Tradisi

Gambar atau konten salah?

Munas dan Konbes NU akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada 20 Juni 2026 dan 21 Juni 2026. Pemerintah Kota Kediri memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan potensi daerah, mulai dari kuliner khas, UMKM, hingga wisata bernuansa sejarah.

Ribuan peserta yang datang diharapkan tidak hanya mengikuti agenda organisasi, tetapi juga mengenal lebih dekat kekayaan budaya Kota Kediri. Pemerintah Kota Kediri bersama panitia memperkenalkan sejumlah titik ikonik kota, termasuk Jalan Dhoho dan Jalan Stasiun, sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang wisata budaya.

Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowimuddin, bersama panitia Munas-Konbes NU, Gus Nabil Haroen, mengunjungi kawasan Jalan Dhoho dan Jalan Stasiun. Keduanya memperkenalkan beragam produk UMKM serta kuliner legendaris berupa nasi pecel tumpang yang menjadi salah satu ikon kuliner Kota Kediri.

Di sepanjang Jalan Dhoho, peserta dan tamu Munas-Konbes NU nantinya dapat menemukan berbagai sentra UMKM yang menawarkan produk khas daerah. Sementara di kawasan Jalan Stasiun, mereka diajak menikmati suasana Kota Kediri tempo dulu yang masih terasa melalui bangunan‑bangunan bersejarah dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap hidup hingga kini.

Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowimuddin mengatakan, kehadiran ribuan peserta Munas-Konbes NU merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan wajah Kota Kediri yang kaya akan tradisi, budaya, dan kuliner. “Munas dan Konbes NU menjadi momentum yang sangat baik untuk mengenalkan potensi Kota Kediri kepada para kiai, ulama, akademisi, dan warga NU dari seluruh Indonesia. Sesuai arahan Mba Wali, Kami ingin para tamu tidak hanya mengikuti agenda organisasi, tetapi juga merasakan keramahan masyarakat serta menikmati kuliner dan produk UMKM khas Kota Kediri,” kata Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowimuddin.

Menurutnya, nasi pecel tumpang yang banyak dijumpai di kawasan Jalan Dhoho merupakan salah satu kuliner yang memiliki nilai sejarah sekaligus menjadi identitas masyarakat Kediri. “Kuliner pecel tumpang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kediri sejak lama. Kami berharap para tamu membawa pulang pengalaman dan cerita positif tentang Kota Kediri,” imbuh Gus Qowim, sapaan akrabnya.

Gus Nabil Haroen, sekaligus Ketua Umum Pagar Nusa, salah satu panitia Munas dan Konbes NU, menilai Munas dan Konbes NU tidak hanya berdampak pada aspek organisasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal melalui sektor UMKM, perdagangan, dan wisata. “Kami ingin para peserta Munas dan Konbes NU merasakan langsung kekayaan budaya dan kuliner Kediri. Kota ini memiliki banyak potensi yang layak dikenal lebih luas, mulai dari UMKM, kuliner legendaris, hingga kawasan bersejarah yang menyimpan cerita panjang perkembangan Kediri,” kata Gus Nabil.

Ia menambahkan, panitia sengaja mendorong peserta untuk mengeksplorasi sejumlah titik di Kota Kediri agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Munas-Konbes NU dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Keberadaan ribuan peserta dari seluruh Indonesia diharapkan dapat menyalurkan arus kunjungan ke berbagai usaha kecil dan menengah, sekaligus memperkenalkan sejarah dan tradisi lokal kepada pengunjung.

Kehangatan suasana Jalan Dhoho dengan deretan pelaku UMKM, aroma pecel tumpang yang khas, hingga nuansa tempo dulu di kawasan Jalan Stasiun menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang datang ke Kediri. Di tengah agenda besar Munas dan Konbes NU, Kota Kediri berupaya menunjukkan bahwa tradisi, kuliner, dan geliat ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan, menyambut para tamu dari seluruh penjuru Indonesia.

Dengan mengangkat potensi kuliner, UMKM, dan warisan sejarah, Kediri berharap acara ini dapat memperkuat identitas kota sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Para pejabat menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan juga ajang promosi ekonomi lokal yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Munas-Konbes NUKediriUMKMkuliner pecel tumpangJalan DhohoJalan Stasiunpariwisata

Komentar

Memuat komentar...